Mayat di Bawah JMP Diketahui Pemuda Depresi Tidak Ada Tanda Kekerasan

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Identitas mayat lelaki yang ditemukan di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) akirnya diketahui. Namanya adalah Khairul Mahmud, umur 23 tahun.
Data yang diperoleh Rakyat Maluku, Rabu, 6 Juli 2023 Khairul Mahmud adalah warga BTN Manusela RT/RW 004/018.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Janete S Luhukay kepada Rakyat Maluku, Rabu, 5 Juli 2023 mengatakan, berdasarkan informasi awal dari pihak keluarga korban sempat mengalami depresi, bahkan baru saja keluar dari RSKD Nania dua pekan lalu.

Dijelaskan, menurut keterangan ayah korban Mhmud (62) Tahun seorang Dosen Poltekes Ambon bahwa korban sudah keluar dari hari Senin malam sekitar pukul 21.30 Wit dengan alasan ingin pergi bermain di rumah tante korban yang berjarak sekitar 300 meter.

Namun dalam waktu kurang lebih 30 Menit korban belum balik ke rumah sehingga orang tua korban langsung mencari korban ke rumah kel dan sekitarnya, namun korban tidak ditemukan.

Hingga pada hari Rabu tanggal 05 Juli 2023 sekitar pukul 17.00 Wit, ayah korban diberitahukan oleh terangganya bahwa Khairul telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini jenazah berada di RS Bhyangkara Ambon.

Ayah korban mengakui, anaknya itu mempunyai riwayat gangguan jiwa semenjak tiga tahun lalu. Sehingga kel berinisiatif untuk melakukan pengobatan kepad korban di RSJ Nania.

Korban sendiri telah menjalani perawatan selama tiga kali di RSJ Nania dan yang terakhir korban baru keluar dari RSJ 2 minggu yang lalu.

Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya diakibatkan merasa depresi dengan keadaan saat ini.
Karena itu, orang tua korban iklas kematian anaknya dan besok jenazah akan diambil untk dimakamkan.
“Saat ini jenazah tersebut masih berada di RS Bhayangkara Ambon untuk dikremasi,” tutur Luhukay.

Dia menjelaskan, saat visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh nayat itu. Dilihat dari busuknya jasad itu, diduga korban sudah meninggal dunia kurang lebih dua hari.

“Tanda pembusukan itu ada darah keluar dari hidung dan telinga, tapi tidak ditemukan tanda kekerasan. Waktu perkiraan kematian dari hasil pemeriksaan luar jenazah adalah 24-36 jam,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dihebohkan dengan temuan mayat laki-laki tanpa identitas di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Rabu, 5 Juli 2023 sekira pukul 13.30 WIT.

Informasi dihimpun Rakyat Maluku di lokasi kejadian, mayat tersebut ditemukan warga sekitar, yakni Yan Sulilatu (54).

Dia datang ke lokasi karena mendendar teriakan di bawah JMP. Saat itu dirinya sedang berada di pelabuhan perahu.

Mendengar teriakan itu Yan Sulilatu menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan hal tersebut.

Sesampainya di TKP dia melihat seorang laki – laki yang sudah meninggal dan terapung di atas laut tepatnya di bawah JMP Galala.

Bersamaan dengan itu tiba anggota kepolisian di bawah JMP karena mendapat laporan dari masyarakat.
Kemudian Yan dan anggota polisi itu sama – sama membawa mayat laki – laki tersebut ke daratan. Jasadnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui. (AAN)

  • Bagikan