Kasus Wakal Harus Dibuka Komnas HAM

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah turun ke Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kehadiran lembaga penegak HAM ini menelusuri peristiwa yang menewaskan Mo Temarwut.

Keberadaan Komnas HAM dibenarkan Raja Wakal, Ahja Suneth. Suneth mengatakan bahwa semua yang diinginkan Komnas HAM Perwakilan Maluku telah disampaikan oleh dirinya.

“Semua sudah saya sampaikan dan nanti info yang didapat baru akan disimpulkan oleh Komnas HAM. Selain saya, ada juga keluarga korban dan kepala pemuda,” akui Raja Wakal kepada Rakyat Maluku, Selasa, 7 Maret 2023.

Turunya Komnas HAM ke negeri yang dipimpinnya, bisa mengungkapkan semua peristiwa yang sebenarnya, sehingga tidak ada yang saling menyalahkan dalam insiden tersebut.

“Dengan turunya Komnas HAM, yang tadinya merupakan tanda tanya bagi masyarakat, semoga bisa terungkap dengan jujur,” ujarnya.

Dia berharap, keberadaan Komnas HAM juga dapat memberi rasa keadilan sebagaimana yang diharapkan masyarakat Wakal.

“Masyarakat juga bisa merasa bahwa ada keadilan dan ada hukum yang ditegakkan di negara ini. Komnas HAM harus buka sebenar benarnya sesuai dengan fungsinya,” ucapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, tidak menjadi masalah jika Komnas HAM turun lapangan dan memintai keterangan terkait apa yang diduga menjadi sebuah masalah pada saat polisi menghalau warga Wakal dan Hitu yang terlibat bentrok sesuai pengaduan diterima.

“Yah, silakan saja, tidak jadi masalah. Komnas HAM dengan tugas dan tupoksinya, kita Polri dengan tugas kita,” ujar Ohoirat kepada wartawan, Selasa, 7 Maret 2023.

Dia mengatakan, soal peristiwa di Wakal itu, pihaknya juga sudah melaporkannya ke Mabes Polri. Karena itu, biarkan polisi dan Komnas HAM menyelidiki maslah ini sama-sama.

“Laporan (hasil penyelidikan) juga sudah kita sampaikan ke Mabes Polri. Jadi itu, biarkan kita tangani masalah ini bersama-sama Komnas HAM bekerja sesuai tugasnya, kita sesuai tugas kita,” jelasnya.

Mo Temarwut, tewas terkena peluru yang diduga berasal dari tembakan. Saat itu korban sedang membersihkan kendaraannya, Senin, 27 Februari 2023.

Personel Brimob waktu itu mencoba menangkap RB, pelaku penganiayaan serta penembakan terhadap aparat kepolisian.

Karena dihalangi warga, sehingga Brimob mengeluarkan tembakan peringatannya untuk membubarkan massa. Namun, tewasnya warga Wakal ini belum bisa dipastikan karena terkena peluru nyasar Brimob atau senjata warga. Sebab, ada dugaan saat personel Brimob dihalangi, ada tembakan dari arah belakang massa juga. (AAN)

  • Bagikan