Kepala BNPB: Pasti Akan Diperbaiki Pemerintah

  • Bagikan
RAKOR. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa bersama Forkopimda Maluku di Gedung VIP Room Bandara Pattimura Ambon, Kamis, 12 Januari 2023.

RAKYTMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan seluruh bangunan rumah warga dan infrastruktur yang rusak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,5, akan diperbaiki oleh pemerintah.

“Kami menuju Saumlaki (KKT), di sana ada 33 rumah rusak berat dan ratusan rumah rusak ringan dan sedang. Infrastruktur seperti kantor bupati, sekolah, ada juga gereja, semua akan diperbaiki,” janji Suharyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa bersama Forkopimda Maluku di VIP Room Bandara Pattimura, Kamis, 12 Januari 2023.

Dikatakan Suharyanto, kedatangannya bersama jajaran ke Provinsi Maluku merupakan perintah langsung dari Presiden RI, Joko Widodo, sebagai kehadiran Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak gempa di KKT dan MBD. Sebab, dua kabupaten tersebut telah menetapkan status tanggap darurat.

“Sehingga kami datang memberikan bantuan tanggap darurat berupa logistik yang harus bisa bermanfaat kepada masyarakat terdampak, dengan pendekatan seluruh masyarakat terdampak gempa bisa terjamin logistik dasarnya,” ungkapnya.

Di kesempatan itu, Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Natanhiel Orno, melaporkan bahwa Pemprov Maluku terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar dan Pemkab MBD pasca gempa terjadi pada Selasa, 10 Januari 2023, dini hari.

Koordinasi juga dilakukan dengan OPD/ instansi/ lembaga teknis terkait kebencanaan termasuk TNI/Polri, dalam mensinergikan peran bersama untuk menangani permasalahan kedaruratan setelah gempa bumi terjadi secara berjenjang di kabupaten terdampak maupun di tingkat provinsi.

“Kami telah menetapkan status tanggap darurat untuk memudahkan upaya penanganan darurat secara cepat, tepat dan efisien,” kata Wagub.

Dia menjelaskan, Pemprov Maluku juga telah melakukan pengerahan bantuan logistik ke KKT dan MBD berupa beras, peralatan evakuasi, perlengkapan keluarga, peralatan sandang dan obat-obatan pada Selasa, 10 januari 2023, sore.

Dimana, bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di KKT telah diberangkatkan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 72 dan tiba hari ini (kemarin). Sedangkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di MBD akan tiba pada 15 Januari 2023, lusa.

“Dan untuk rencana tindak lanjut Pemprov yaitu membentuk tim pendamping untuk melakukan pendampingan secara langsung bagi KKT dan MBD, meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian / lembaga dan pemerintah kabupaten/kota, juga bersinergi dengan unsur TNI/ Polri dalam masa tangkap darurat,” ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, Wagub mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB dalam penanganan gempa bumi di Maluku, juga atas bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan logistik yang tersalurkan dari BNPB. Semoga, kerjasama antara BNPB, BPBD provinsi dan kabupaten/ kota, selalu solid dalam penanganan bencana.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada BMKG beserta jajaran. Saat ini kami mengharapkan bantuan dari BMKG untuk kolaborasi ke depan dalam penambahan sensor seismograf maupun sinergitas dalam upaya peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami,” harap Wagub.

Usai rapat koordinasi, Kepala BNPB Letjen TNI. Suharyanto beserta rombongan langsung bertolak ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan menggunakan transportasi udara untuk mengunjungi lokasi terdampak gempa bumi sekaligus memastikan upaya penanganan berjalan optimal.

Sebagai informasi, Kepala BNPB Letjen TNI. Suharyanto, menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk Pemprov Maluku sebesar Rp 500 juta, dan kepada KKT dan MBD masing-masing sebesar Rp 250 juta.

Kemudian memberikan bantuan kebutuhan dasar untuk Pemprov Maluku Rp 150 juta, dan kepada KKT dan MBD masing-masing sebesar Rp 250 juta. Pemrov Maluku, KKT dan MBD juga mendapatkan bantuan logistik dari BNPB berupa selimut, matras dan tenda keluarga.

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Maluku itu, Deputi Geofisika BMKG Dr. Suko Prayitno Adi, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif, Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI. Said Latuconsina.

Kemudian, Kabinda Maluku Brigjen. TNI. Anton Irianto Popang, Kabakamla Haris Joko Nugroho, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Meikyal Pontoh, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, Pj Bupati KKT Danny Indey, Inspektur Kabupaten MBD dan lainnya. (RIO)

  • Bagikan