RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID -- AMBON -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku (BI Maluku) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai wujud komitmen dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ERB merupakan implementasi nyata amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menugaskan Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah, serta menjamin ketersediaannya dalam jumlah cukup, pecahan yang sesuai kebutuhan, dan kondisi yang layak edar.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berupaya memperluas jangkauan distribusi uang Rupiah, mempercepat penarikan uang tidak layak edar (clean money policy), serta menegaskan Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Pada tahun 2026, ERB akan menjangkau 115 pulau di seluruh wilayah NKRI. Khusus di Provinsi Maluku, kegiatan ini berlangsung pada 29 April hingga 6 Mei 2026. Tim ERB menggunakan KRI Dorang-874 untuk menjangkau enam pulau di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), yaitu Pulau Kur, Pulau Teor, Pulau Kesui, Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Manipa.
Pelaksanaan ERB 2026 di Maluku resmi ditandai dengan seremoni pelepasan KRI Dorang-874 di Pangkalan TNI AL (Koarmada IX) Ambon. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath; Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Dhita Aditya Nugraha; Panglima Koarmada IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas; Kepala Divisi Command Center Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia I Gede Arnawa; Pabandya Opsus Ban II Ops Sops AL Letkol Laut (P) Fajar Adha; serta pimpinan perbankan di Kota Ambon.








