MT Ar-Ruhul Jadid Jadi Wadah Tuk Tebar Ilmu

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Majelis Ta’lim (MT) Ar-Ruhul Jadid menjadi wadah menebar ilmu yang bermanfaat untuk para ibu rumah tangga di Kota Ambon.

Majelis Ta’lim yang diketuai oleh Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, R. Ayu Hindun Hasanusi itu bukanlah majelis ilmu yang memiliki aktivitas pengajian semata, melainkan ada aktivitas rutin lainnya diperuntukkan untuk para anggotanya. Mereka diberikan penguatan-penguatan dalam berbagai aspek.

Sebagaimana terlihat dalam aktivitas rutin mereka, Minggu (12 Februari 2023), bertempat di Rumah Kopi Balabu Jln. Kenanga, Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Ayu menyampaikan bahwa agenda tersebut akan diikuti dengan pemaparan materi tentang kredit usaha. “Walaupun tidak semuanya datang, tentu tidak mengurangi makna pengajian hari ini. Saya sengaja mengundang pihak dari salah satu bank yang akan memberikan sedikit pandangan tentang bagaimana caranya mendapat kredit usaha dengan bunga yang kecil,” kata Politisi perempuan itu.

Diakui oleh Ayu, Walaupun sebulan sekali agenda pengajian itu dilaksanakan, semua pihak harus tetap semangat menjalin silaturahmi karena akan mendapat banyak berkah.

“Saya paham bahwa ibu-ibu yang tidak sempat hadir pasti memiliki kesibukan lain, dan walaupun dalam majelis ilmu ini aa yang berasal dari majelis taklim yang berbeda malahan semakin baik agar bisa saling bertukar pikiran,” akui dia.

Ia mengharapkan agar pihak bank bisa menjelaskan secara detail terkait kredit usaha kepada para ibu rumah tangga yang punya usaha kecil, menengah maupun besar. Tujuannya adalah para ibu rumah tangga ini dapat menikmati aktivitas kredit usaha untuk meningkatkan usaha mereka.

“Ibu-ibu bisa mendapat fasilitas kredit usaha dengan bunga yang sangat kecil, karena ada salah satu warga yang sudah mendapat 50 juta, dan dicicil selama tiga tahun dengan bunga hanya Rp. 4 juta lebih. Beta berharap sebelum mendapat fasilitas kredit usaha, maka akun bank ibu-ibu harus disesuaikan dengan bank tersebut,” tutur wakil rakyat itu.

Legislator senior itu juga mengimbau, kalau ada masalah di antara anggota majelis ta’lim harus diselesaikan dengan dewasa, karena rata-rata anggota MT ini sudah tidak muda lagi.

“Semua yang hadir disini barangkali sudah berusia 40 lebih, olehnya itu masalah diluar maupun di didalam majelis ini harus dapat diselesaikan secepatnya dan dalam suasana kekeluargaan. Kemudian, karena sudah selesai masa Covid 19saya berharap aktivitas rutin kita bisa lebih lancar lagi,” imbaunya.

Dia juga menyinggung perihal agenda Komisi III DPRD Maluku, yang berencana bertandang ke KKT Saumlaki untuk berjuang bersama para warga yang mengalami gempa bumi beberapa waktu lalu.

“Saya ingin memberitahu bahwa berdasarkan informasi dari BNPB bahwa setiap hari itu ada puluhan bahkan ratusan gempa terjadi di Maluku, namun dalam skala yang kecil sehingga tidak dirasakan,” ujar Mantan Ketua DPD partai Hanura itu.

Pertemuan kami dengan BNPB semasa penyampaian aspirasi di pusat kemarin sambung Ayu, pihak BNPB menjelaskan ternyata penyumbang gempa di seluruh dunia berasal dari Maluku, dengan persentase 82 persen.

“Karena ada tiga lintang, yang satunya melewati Indonesia, dan itu di Maluku. Untuk adanya laut dalam di Banda, dan dapat menangkis terjadinya gempa,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu pegawai bank, Yanimon P Sopamena dalam menjelaskan materi, ia mengaku bahwa pada dasarnya masyarakat yang ingin menikmati kredit usaha harus memiliki usaha dan sedang menjalankan usaha tersebut.

“Kami tidak melayani kredit usaha untuk modal awal usaha. Karena kita belum tahu usaha baru hasilnya seperti apa. Sedangkan tiap bulan sudah punya beban cicilan Minimal untuk waktu menjalankan usaha enam bulan, berarti sudah tahu kemampuan atau hasil yang akan diperoleh,” papar Sopamena.

Dia menytakan, awalnya petugas bank akan melakukan survey, yang mereka tanyakan adalah sehari bisa dapat berapa dan pengeluarannya berapa sehari. Jadi ibu-ibu harus memberikan catatan keuangan yang sederhana.

“Untuk persyaratan mudah, ibu-ibu harus menyertakan fotocopy KTP Suami Istri, KK, lokasi usaha, dan surat keterangan usaha.Sedangkan untuk jumlah pinjaman khusus yang lebih besar harus masukan agunan atau sertifikat. Kuncinya adalah para ibu harus lancar melakukan pembayaran tiap bulan, agar proses pencairan di bank lebih cepat,” pungkas dia. (SSL)

  • Bagikan

Exit mobile version