Tak Terima Perkataan Ketua Tim, Warga Nyaris Baku Hantam

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID, — AMBON, — Puluhan warga Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kota Ambon, nyaris “Baku Hantam” di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Kamis 9 Februari 2023. Keributan terjadi karena warga tidak terima dengan perkataan Ketua Tim Percepatan Pelantikan Raja Kota Ambon, Pieter Saimima, bahwa Naku bukanlah satu dari puluhan desa adat di Kota Ambon.

Selain itu, warga tidak terima dengan penunjukan Zadrak Gasperzs sebagai kepala pemerintahan (raja) Negeri Naku.

Kepala Soa Patty Negeri Naku, Charles de Fretes mengaku, keberatan dengan apa yang diucapkan Pieter Saimima soal Naku tidak terdaftar sebagai salah satu negeri adat.

“Perda mengatur soal 22 Negeri adat Kota Ambon. Lantas kalo Naku tidak termasuk, pemerintah harus bertanggungjawab,” cetusnya.

Bukan hanya pernyataan Saimima, Charles mengaku tidak terima jika Zardak Gasperzs dilantik sebagai raja Naku.

“Kami warga menganggap hanya baru 30 persen. Ada proses yng tidak sesuai dengan tatanan ada di Negeri Naku,” tegasnya

Dia mengakui, jika Pemkot Ambon bersikeras untuk melantik Zardak Gasperzs sebagai Raja Naku, maka warga akan memboikot Baileo atau Rumah Adat Negeri Naku.

Pantauan, keributan terjadi pasca rapat antara warga Naku, tim percepatan pelantikan raja Kota Ambon dan Komisi I DPRD Ambon di ruang paripurna DPRD Ambon.

Aksi saling dorong pun tak dapat terhindarkan. Serta teriakan setelag melihat kepala mata rumah parentah didorong warga lain, rekan Y. Gasperzs lalu mencoba melerai.

Namun, beberapa warga terus berupaya untuk mendinginkan suasana dengan memasukan rekan Gasperzs ke dalam mobil. (MON)

  • Bagikan

Exit mobile version