Jadilah Warga Pemaaf

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Bentrok antar warga di Kota Tual disayangkan berbagai kalangan. Pasalnya, masyarakat Tual dan Kei umumnya dikenal memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat. Kebersamaan selama ini harus dijaga, dirawat dan jadilah warga yang pemaaf.
Bentrok telah mencabik-cabik tatanan adat dan budaya orang basudara di Kei yang terkenal kuat.

“Selaku Ketua ITANEM Saya sangat menyesal atas kejadian kemarin tersebut. Kejadian itu sebenarnya mereka telah mencabik-cabik orang basudara di Kei,” kata Ketua Paguyuban Ikatan Yante Nuhu Evav Maluku (ITANEM)┬áITANEM, Zainudin Notanubun kepada Rakyat Maluku, Rabu, 1 Februari 2023.

Dia menjelaskan, bentrok yang terjadi itu dipicu karena minuman keras (Miras). Miras membawa ke hal-hal negatif mulai dari pemalakan hingga berujung perkelahian.

“Sebagai generasi muda, berhentilah mengonsumsi Miras. Mari jaga dan rawat persaudaran yang ada di Tual,” ucapnya.

Guru Besar Universitas Pattimura Ambon ini, berharap kepada masyarakat Kei yang ada di luar Kota Tual, agar memberi pencerahan kepada warga yang berada di Tual.
Notanubun mengimbau kepada semua warga Kei di mana saja berada agar dapat bersama-sama menyuarakan perdamaian.

“Semua orang tahu kalau tatanan adat di Kei itu sangat kuat dari dulu, tapi sekarang hanya karena masalah sepele kita mudah berkelahi,” sesalnya.

Ia juga meminta semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan para raja-raja termasuk pemerintah daerah untuk serius melihat persoalan tersebut. Semua stakeholder diharapkan terus memberikan pembinaan terkait tatanan adat budaya warisan para leluhur.

“Kita juga berikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang sudah berusaha menangkap para pelaku,” ungkapnya.

Atas nama Ketua ITANEM dan masyarakat Evav di Ambon maupun Maluku mengimbau kepada seluruh warga di Tual untuk menghentikan pertikaian.

“Jangan mudah terprovokasi, karena nanti kita tidak bisa maju. Mari kita mengakhiri itu sudah, Pemda sudah bekerja keras, aparat TNI Polri sudah bekerja keras, mari kita hidup saling menghargai, saling mendampingi. Mari kita lihat dan benahi tatanan kekeluargaan kita yang mulai terkoyak hanya karena masalah sepele, Ain Ni Ain, potong di kuku rasa di daging,” ungkapnya.

Notanubun juga meminta semua pihak agar tidak menyelesaikan setiap persoalan dengan kekerasan. Serahkan setiap permasalahan menggunakan tatanan adat, atau serahkan kepada aparat kepolisian.

“Saya juga mengimbau agar kita menghargai tua-tua adat, raja-raja, bantu Pemda, Polisi, tidak ada hal yang tidak bisa diselesikan. Jangan terprovokasi dengan berita hoax,” pintanya.

Di sisi lain, Notanubun juga bersyukur karena situasi kamtibmas di Tual sejak siang hingga malam ini sudah kondusif.

“Semoga kita dapat mengendalikan setiap persoalan yang terjadi, kita sama-sama punya tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan di Tual. Mari kita berpikiran jernih, dan hati yang bersih dalam menghadapi setiap permasalahan,” pintanya.

Informasi yang diterima Rakyat Maluku, siang kemarin, Pemkot Tual melalui Wakil Walikota, Usman Tamnge juga bekerja ekstra dengan menggelar rapat Forkopimda dengan tokoh masyarakat, kalangan pemuda, Kapolres, Dandim dan juga Ketua DPRD Tual.

Dalam pertemuan tersebut disepakati agar semua tokoh masyarakat bersama-sama melakukan rekonsiliasi mendamaikan konflik yang terjadi.

  • Bagikan