Tercatat 11 Kali Gempa, Ini Data Kerusakan

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Hingga Selasa sore, 10 Januari 2023, terhitung sudah 11 kali Gempa Bumi susulan, setelah gempa M 7,5 yang berpotensi tusnami Selasa Dinihari.
Berdasarkan data yang diterima koran ini dari BMKG, gempa susulan ini terasa di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya.

“Sampai Pukul 17:32 WIT telah berhasil kami catat ada sebanyak 11 gempa susulan,” kata Kepala Seksi Observasi BMKG, Lutfi Pary, kepada wartawan di Kantor BMKG Ambon, Selasa, 10 Januari 2023.

Menurut dia, penyebab dari gempa bumi tersubut diakibatkan oleh induksi laut Banda. Hampir seluruh wilayah Maluku terasa gempa.

“Hampir seluruh wilayah Maluku terasa gempa. Wilayah Saumlaki dengan skala intensitas 5 Magnitudo lebih, Tiakur 4 Magnitudo sampai ke Sorong, Kaimana juga dirasakan 3-4 MII,” jelas dia.

BMKG pada pukul 5:47 WIT telah mengeluarkan peringatan dini yang telah berakhir.
“Kami imbau kepada masyarakat tetap tenang, jangan terpropokasi dengan informasi yang meresahkan,” pesan dia.

Sementara itu, gempa dengan kekuatan magnitudo 7,5 itu mengakibatkan kerusakan bagi puluhan rumah warga dan fasilitas publik.
Berdasarkan data yang di himpun Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) setempat tercatat 96 bangunan rusak.

“Terdapat 79 bangunan yang alami rusak ringan, 5 rusak sedang 8 bangunan rusak berat,” kata Kepala BPBD Kepulauan Tanimbar Bruno Laiyan, Selasa 10 Januari 2023.

Selain kerusakan bangunan, tercatat satu orang meninggal dan satu alami luka-luka.

Dia merincikan, di Kecamatan Wuarlabobar, khususnya di Desa Kalarat tercatat satu rumah rusak ringan, sedangkan di Desa Rummus ada 7 rumah rusak ringan, 3 rusak berat dan satu luka-luka.

Di Kecamatan Karmomolin, ada 7 rumah di Desa Alumsi Tanimrian yang mengalami rusak ringan, dan di Desa Alusi Batjasi tercatat 42 rumah rusak ringan.

Begitu juga dengan kecamatan Selaruh, khususnya di Desa Adaut terdapat satu rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang, serta pagar SMA Negeri 5 roboh.

Khusus untuk Kecamatan Tanimbar Selatan, kawasan terdampat bencana terdapat di kelurahan Saumlaki yang terdiri dari satu rumah rusak berat dan dua lainnya rusak sedang.

Kawasang Gunung Nona Saumlaki satu rumah rusak ringan, Desa Sifnana pagar beton roboh yang merupakan fasilitas umum.

Kelurahan Saumlaki satu rumah rusak ringan, dan satu berat. Desa Lauran 1 rumah rusak berat, 4 rusak ringan. Satu rumah terbakar dan satu warga meninggal tenggelam.

Desa Ilngey, 2 rumah rusak ringan, 4 rusak sedang dan 2 rusak berat. Desa Wowonda 7 rusak ringan, kantor Bupati alami rusak ringan khususnya lantai 3, tribun lapangan Mandriak alami rusak ringan, trotoar jalan Saumlaki rusak sedang, Hotel Beringin II, Fasilitas kamar VVIP yang pernah ditempati presiden rusak berat.
Pasca gempa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melakukan langkah cepat dengan mengirim sejumlah bantuan logistik kepada para korban di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 72, Selasa, 10 Januari 2023, sore.

Paket bantuan yang dilepas secara langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda, Meikyal Pontoh, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon itu dalam rangka menindaklanjuti instruksi Gubernur Maluku, Murad Ismail, sebagai langkah cepat penanganan tanggap darurat.

Bantuan itu masing-masing berupa beras sebanyak dua ton, tenda gulung merah 20 lembar, tenda keluarga dua unit, kasur merah 10 lembar, matras 576 lembar, peralatan dapur keluarga 20 paket, food ware 20 paket, family kit 30 paket, kids ware 30, selimut merah 20 lembar, sandang dewasa 50 paket, sandang bayi 100 paket, pembalut wanita 50 paket, serta obat-obatan pelayanan dasar.

“Begitu SK Tanggap Darurat ditetapkan, kita langsung bergerak dan proses pengiriman dimulai sekarang dengan penyaluran bantuan ke dua kabupaten yang sangat terdampak akibat gempa bumi. Nanti, bantuan ini dikawal oleh BPBD mulai dari proses penyerahan sampai ke kabupaten bahkan ke wilayah terdampak,” ujarnya, kepada wartawan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu, mengatakan, dampak dari gempa dini hari terasa di seluruh kabupaten/ kota, namun ada dua kabupaten yang sangat terasa dampaknya, yakni KKT dan Kabupaten MBD.

“Sesuai instruksi Gubernur, kita harus merespon cepat dan telah dilakukan koordinasi dengan OPD terkait, yang mana paling penting saat ini ialah SK Penetapan Darurat Akibat Bencana oleh Bupati dan Gubernur, dimana telah masuk proses penandatanganan,” ungkap Usemahu.

Di tanya soal korban jiwa, Usemahu mengatakan, tidak ada korban jiwa. Namun berdasarkan hasil koordinasi, ada yang luka ringan, sementara terkait dengan kerusakan rumah, sarana prasarana umum, telah dikoordinasikan untuk mendapatkan informasi detailnya.

“Sampai saat ini telah terdata kerusakan permukiman pada KKT ada 80 unit yang rusak ringan, 40 unit rusak sedang, dan delapan unit rusak berat. Sedangkan di Kabupaten MBD ada 23 unit rusak ringan, rusak sedang tidak ada, dan sembilan unit rusak berat,” ungkapnya. (RIO)

Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,5

A Kerusakan Permukiman

  1. Kabupaten Kepulauan Tanimbar:
  • 80 Unit Rusak Ringan,
  • 40 Unit Rusak Sedang,
  • 8 Unit Rusak Berat
    .

2. Kabupaten Maluku Barat Daya:

  • 23 Unit Rusak Ringan,
  • 9 Unit Rusak Berat.

B. Tidak Ada Korban Jiwa.

C. Ada Luka Ringan (Totalnya Masih Diidentifikasi).

D. Kerusakan Rumah dan Sarana Prasarana Umum (Masih Dikoordinasikan Untuk Dapat Informasi Detail).

  • Bagikan