Hendrik Lewerissa: Maluku Butuh Investasi Etis dan Responsif

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, Hendrik Lewerissa, SH., LLM, mengatakan, investasi yang Maluku butuhkan saat ini untuk memajukan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja lokal, memberikan pendapatan daerah dan efek ekonomi kepada masyarakat, adalah investasi yang etis dan responsif.

Sebab, investasi yang etis dan responsif adalah investasi yang patuh terhadap aturan, memiliki rencana yang jelas terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, rencana yang jelas terhadap penanggulangan dampak lingkungan dan sebagainya, serta punya rencana pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Jangan hanya mengambil kekayaan kita tapi tidak memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan daerah kita. Itu yang saya sebut investasi yang etis dan responsif,” ujar Hendrik, saat mengikuti Podcast Obrolan Harian Rakyat Maluku, dengan tema ‘Tantangan dan Peluang Memperjuangkan Kepentingan Maluku di DPR RI’, bertempat di lantai II, Cafe Renovi, Ruko Batumerah, Jalan Pantai Mardika, Kota Ambon, Rabu, 20 Juli 2022, sore.

Dikatakan Hendrik, untuk memacu pertumbuhan pembangunan daerah, maka Maluku juga butuh pemimpin yang memiliki kemampuan leadership yang bagus, juga kecakapan teknis yang kompetensi mumpuni untuk membawa daerah ini keluar dari garis kemiskinan. Hal ini mengingat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Provinsi Maluku masuk dalam kategori daerah termiskin ke empat di Indonesia.

“Ini miris sekali. Kita punya alam yang melimpah kaya tapi Provinsi Maluku kita masuk kategori daerah termiskin ke empat. Saya kira ini tanggung jawab kita semua stakeholder untuk sama-sama memacu pertumbuhan pembanguan daerah kita,” harap ketua DPD Partai Gerindra Maluku itu.

“Meskipun Maluku berlimpah akan sumber daya alam, namun jika kekayaan alam tersebut tidak dikelola secara baik, tidak memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat serta pertumbuhan dan kemajuan daerah, maka tidak ada yang bisa kita dibanggakan juga,” tambah Hendrik.

Dia menjelaskan, para investor sangat sadar bahwa Maluku memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan tempat berinvestasi, terutama di sektor perikanan. Namun, sebagai wakil rakyat, Hendrik mengaku seringkali menantang para menteri untuk memajukan investasi di Maluku, terutama di bidang industri.

“Kalau rapat dengan mitra kami di Komisi VI, saya sering menantang para menteri, mengapa kami di Maluku yang kaya akan sumber daya alam, tetapi kita minim industri, minim investasi, apakah wilayah Maluku itu jauh dari rantai pasok nasional,” jelasnya. (RIO)

  • Bagikan