Ke Laut Menjaring Ikan, Dua Warga Kesui “Hilang”

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Abdul Malik Kelilauw (72) dan Azria Tiflen Kelilauw (4), warga desa Guliar Kecamatan Kesui Watubela Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dinyatakan hilang. Keduanya hilang saat menjaring ikan di laut tepat didepan desa Kurwara Raya yang merupakan desa tetangga pada Senin, 4 Juli 2022 siang.

Dari informasi yang diterima media ini menyebutkan, kakek dan cucu ini pergi melaut sekira pukul 16.00 WIT sore, namun sampai pukul 18.00 WIT malam keduanya belum kembali.

Keluarga kemudian melakukan pencarian disekitar tempat keduanya menjaring ikan yang tidak jauh dari perkampungan warga.

Dari proses pencarian oleh keluarga itu, hanya menemukan jaring yang digunakan kedua korban untuk mencari ikan. Informasi ini kemudian disampaikan kepada warga desa Kurwara Raya dan Guliar selanjutnya diteruskan ke desa-desa lainnya di Pulau Kesui dan Watubela untuk membantu proses pencarian. Namun hingga pukul 05.00 WIT subuh belum menemukan keduanya. Pencarian kemudian dihentikan karena cuaca buruk.

Pada pagi hari pencarian kembali dilanjutkan. Sejumlah warga yang punya keahlian menyelam diterjunkan untuk melakukan pencarian di dasar laut menyusuri tempat sekitar. Hasilnya pada pukul 9.35 WIT pagi, korban atas nama Abdul Malik Kelilauw ditemukan di dasar laut dalam kondisi tidak bernyawa.

Namun sang cucu belum ditemukan. Dari informasi yang diperoleh seorang saksi mata menyebutkan, saat melintas di tempat kejadian perkara sekira pukul 18.00 menjelang magrib, ia melihat sebuah perahu sampan. Namun, dia tidak menyangka perahu sampan itu yang digunakan kedua korban untuk mencari ikan.

Saat ini pencarian terhadap salah satu korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan warga. Meski begitu karena keterbatasan sarana dan peralatan yang ada, pencarian hanya di fokuskan di perairan sekitar pulau Kesui Watubela.

Salah satu keluarga korban meminta, pemerintah melalui Badan SAR Nasional (Basarnas) membantu proses pencarian salah satu korban yang belum ditemukan.

“Kami berharap BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten berkomunikasi dengan kantor SAR Ambon untuk bantu proses pencarian,”pintah Baharudin.

Kata dia, kondisi cuaca di sekitar lokasi saat ini bergelombang disertai dengan hujan. Olehnya itu dibutuhkan armada yang mumpuni untuk melakukan pencarian. Selain, armada juga dibutuhkan peralatan selam untuk pencarian di dasar laut.

“Proses pencarian menggunakan armada dan peralatan seadanya. Apalagi pencarian di dasar laut,”katanya.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah secepatnya berkoordinasi dengan Basarnas Ambon untuk turun membantu pencarian salah satu korban yang belum ditemukan. (RIF)

  • Bagikan

Exit mobile version