Kepala BPHL; Tak Pernah Minta Uang Dari Pengusaha

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIV Ambon, Plaghelmo Seran menepis adanya rumor yang berkembang bahwa kantornya telah melakukan pungli bagi para penguasa. Pasalnya, para pengusaha yang selama ini bermitra dengan BPHL Ambon tidak pernah dimintai ‘upeti’ seperti rumor yang berkembang.

“Tidak pernah ada permintaan upeti kepada para pengusaha,” kata Plaghelmo, kemarin.

Dia mengaku sangat menyayangkan ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan rumor tersebut.

Lanjutnya, BPHL Ambon selama ini menjalankan tugas sesuai kewenangan yang diberikan.

Pihaknya hanya memfasilitasi, membina dan melakukan pengawasan bagi para pengusaha yang menjadi mitra.

“Kita sedapat mungkin menghindari namanya pemberian upeti karena banyak yang terjadi mengatasnamakan perusahaan, setelah perusahaan tersebut sudah mengeluarkan sejumlah uang ternyata sampai sekarang nihil,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk menolak adanya praktik pungli, karena itulah pola komunikasi dan mekanisme kerja dengan pihak pengusaha selalu dilalukan sesuai prosedur.

Bahkan para pengusaha yang berurusan dengan pihaknya sangat jarang bertemu langsung.

“Komitmen kita di Balai ini untuk menghindari namanya kontak lansung. Pelaku usaha ini juga tidak mungkin setiap hari datang. Mereka datang itu satu sampai dua kali setahun,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa dalam kepemimpinannya sistem kerja dilalukan sesuai aturan sehingga tidak ada praktik suap maupun pungli.

“Semua sudah bay sistem. Selama saya bertugas di Balai sini tidak ada namanya upeti,” tegasnya.

Sejumlah pengusaha mitra BPHL Ambon yang hadir dalam kesempatan itu juga membenarkan bahwa tidak ada sogok-menyogok selama mereka berurusan dengan BPHL.

“Tidak ada itu upeti-upeti,” kata Agus Salim Kusumak.

Dia mengaku selama 8 tahun bermitra dengan pihak BPHL Ambon, dia tidak pernah diminta setoran uang untuk memperlancar bisnisnya.

“Kami hanya berhubungan secara surat menyurat untuk dibantu. Untuk upeti saya rasa tidak ada sama sekali,”ujarnya.

Sementara salah satu penguasaha lainnya, Gamal Bahaweres menyatakan sudah kurang lebih 15 tahun bergelut di bidang usaha kehutanan dan tak pernah sekalipun ia dipalak oleh pihak BPHL Ambon. (MON)

  • Bagikan