RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID — AMBON, — PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Ambon menyiapkan enam kapal untuk persiapan angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Jadi untuk lintasan Hunimua – Waipirit ini nanti disiapkan ada enam kapal. sedangkan Galala – Namlea ada dua kapal,” kata General Manager ASDP Cabang Ambon Christoper Samosir, di Ambon, Selasa.
Saat ini, di lintasan Hunimua – Waipirit baru empat kapal yang beroperasi, sementara dua kapal lainnya masih dalam tahap perbaikan untuk persiapan angkutan Lebaran.
Christoper menjelaskan, skema operasional penyeberangan biasanya mencakup 13 kali keberangkatan per hari. Namun, pada puncak arus mudik, jumlah keberangkatan ditingkatkan menjadi 17 kali per hari di masing-masing pelabuhan.
Ia juga menyoroti pola yang diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Jika sebelumnya penambahan jadwal keberangkatan dilakukan setelah terjadi kepadatan, kini ASDP lebih proaktif dengan menambah jumlah perjalanan sejak awal.
“Kemarin, kami sudah sepakat dengan regulator dan BPTD untuk langsung menetapkan 16 kali keberangkatan tanpa menunggu antrean panjang. Ini berdasarkan data perkiraan kepadatan, sehingga pada Nataru lalu tidak ada antrean panjang di pelabuhan,” jelasnya.
Strategi serupa akan diterapkan untuk mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan data sementara, puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 26-27 Maret 2025. Namun, ASDP masih memantau apakah lonjakan justru terjadi lebih awal, misalnya pada 24-25 Maret, bertepatan dengan libur sekolah. “Untuk tanggal 25 Maret, kami sudah menyiapkan 16 kali keberangkatan menjelang Lebaran,” tambahnya.
Christoper menyebut bahwa di Ambon, lintasan yang menjadi perhatian nasional dalam persiapan mudik adalah lintasan Hunimua – Waipirit. Namun, ASDP Cabang Ambon juga mengelola lintasan lainnya, yaitu Hunimua – Waipirit dan Galala – Namlea.
“Kami terus memastikan bahwa seluruh fasilitas di dua lintasan ini siap melayani masyarakat, agar arus mudik berjalan lancar dan aman,” ucapnya.
Sementara itu, awal Ramadan diperkirakan masih relatif sepi. Menurut tren tahunan, lonjakan penumpang biasanya terjadi setelah Lebaran, bukan di awal bulan puasa. (Ant)