Tim Kementerian PUPR dan Setjen Kemenag RI Tinjau Bangunan IAIN Ambon

  • Bagikan

RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID, AMBON, — Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, serta dari Sekretariat Jenderal (Setjen) Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan peninjauan terhadap dua gedung yang dibangun Kementerian PUPR di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Kamis, 30 Juni 2022.

Kedatangan Tim PUPR dipimpin langsung oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku, Reza Rizka Pratama, ST. Sedangkan dari unsur Setjen Ditjen Kemenag RI hadir Sub Koordinator Penatausahaan BMN Biro Keuangan dan BMN Setjen Kemenag RI, Akmaldya, dan Kasubag Perlengkapan dan Barang Milik Negara pada Bagian Umum dan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dwi Waluyo Adi, S.Sos.

Selain memastikan kondisi kedua bangunan sudah layak dialihstatuskan dari Kementerian PUPR kepada Kementerian Agama dalam hal ini pengguna IAIN Ambon, juga dilakukan pemantauan terhadap kondisi IAIN Ambon.

Sebelum meninjau dua bangunan; Gedung Perpustakaan dan Gedung Laboratorium MIPA, tim dari dua kementerian ini menggelar pertemuan dengan pimpinan IAIN Ambon, yang berlangsung di ruang kerja Rektor, Lt II Gedung Rektorat.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal Abidin Rahawarin, M.Si dalam sambutannya yang diwakilkan kepada Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. La Jamaa, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Tim dari dua Kementerian.

Mewakili Rektor yang saat ini sedang berada di luar daerah, La Jamaa mengharapkan adanya dukungan dari kedua kementerian, agar tidak berhenti dan bosan memberikan perhatian untuk memajukan pembangunan IAIN Ambon, terutama di bidang sarana dan prasarana. Seperti diketahui, dua gedung yang dibangun oleh Kementerian PUPR, merupakan gedung yang ambruk akibat gempabumi, yang melanda Maluku beberapa tahun lalu.

Ia juga menjelaskan, ketika terjadi gempa beberapa tahun lalu, IAIN Ambon kehilangan setidaknya tiga bangunan. Dua di antaranya yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR, satunya dibangun melalui dana SBSN, yakni gedung Auditorium. Sementara salah satu gedung lainnya, justeru terlewatkan, sehingga saat ini tidak dapat difungsikan. Yakni, gedung kuliah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Gedung mengalami keretakan mulai dari lantai I hingga lantai III, sehingga tidak dapat difungsikan. Kegiatan mahasiswa di gedung tersebut, terpaksa diungsikan ke gedung lain.

Sehingga itu, La Jamaa berharap, kunjungan ini sekaligus dapat melihat keberadaan gedung tersebut, disamping dukungan bantuan lainnya baik dari Kementerian PUPR maupun Kemenag RI. Misalnya, terkait jalan lingkar kampus, talud pembatas sungai hingga pagar kampus, yang sampai kini belum dibangun.

Usai meninjau kedua gedung tersebut, yang dilanjutkan dengan peninjauan terhadap Gedung FITK yang rusak parah, sehingga kini tidak dapat digunakan, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku, Reza Rizka Pratama, merasa prihatin.

Untuk itu, Reza berharap agar IAIN Ambon segera mengambil inisiatif untuk mengusulkan perbaikan gedung FITK yang mengalami kerusakan tersebut. Usulan dapat disampaikan langsung kepada Direktorat Ciptakarya Kementerian PUPR atau dapat dilaporkan dan diproses secara lintas kementerian antara Kemenag dengan PUPR.

Sebab, kata Reza, alokasi anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana gedung di tahun 2023 ini sangat minim. “Kalau kegiatannya terdampak bencana, maka dapat diusulkan secepatnya. Dan, pengusulannya harus cepat. Sebab, penganggaran di Tahun 2023 sangat terbatas. Alokasi anggaran lebih diprioritaskan kepada kegiatan atau pembangunan yang sudah berlangsung. Untuk kegiatan baru, sementara diabatasi. Sehingga, apabila ada pengajuan, maka baiknya disegerakan permohonannya,” pesan Reza mengingatkan.

Reza mengaku terharu, karena bangunan ini terlewatkan dalam pengusulan dengan dua gedung yang sudah selesai dibangun. Sedianya, kalau diusulkan secara bersamaan akibat dampak gempa, maka pasti sudah selesai pula. Ia mentaksir, perbaikan kerusakan pada gedung ini dapat menelan anggaran antara Rp8 hingga Rp9 miliar, yang kalau dikalkulasikan dengan kondisi kerusakan setelah ditinjau secara langsung.

Sementara terkait dua gedung yang telah selesai dibangun, Reza berharap agar keberadaan kedua gedung tersebut dapat memberikan manfaat untuk menunjang aktifitas belajar-mengajar dosen dan mahasiswa di IAIN Ambon. Kiranya, kedua bangunan ini dapat dirawat dan dipergunakan sebagaimana fungsinya.

Respon perbaikan cepat terhadap gedung tiga lantai yang kini tak lagi berpenghuni tersebut, juga disambut oleh Sub Koordinator Penatausahaan BMN Biro Keuangan dan BMN Setjen Kemenag RI, Akmaldya.

Akmal (sapaan pendek_nya) berharap agar ada respon cepat dari pihak IAIN Ambon. Pasalnya, bangunan tersebut masih dapat diselamatkan dengan cara diperbaiki kerusakannya.

Akmal mengakui, dukungan pembangunan sarana dan prasarana bersumber dari Kementerian PUPR, sehingga, ketika sudah ada respon seperti disampaikan Kepala Balai, maka IAIN Ambon harus mengambil langkah cepat. Prinsifnya, lanjut Akmal, baik Kementerian Agama maupun Kementerian PUPR, selalu ingin memberikan yang terbaik dalam pembangunan perguruan tinggi, guna mendukung kelancaran dan kenyamanan belajar para mahasiswa.

“Dengan adanya kunjungan ini, dapat dikoordinasikan kekurangannya apa saja, baik yang rusak atau yang belum dibangun. Intinya, lembaga harus mendapatkan yang bagus untuk mendukung aktifitas mahasiswa, agar mahasiswa lebih nyaman dan aman dalam proses menimba ilmu pengetahuan,” tutup Akmal.

Rasa prihatin atas kondisi gedung FTIK tiga lantai tersebut, juga disampaikan Kasubag Perlengkapan dan BMN pada Bagian Umum dan BMN Setjen Pendis Kemenag RI, Dwi Waluyo Adi. Edi sendiri, selain bersama Tim ini, Kamis, 29 Juni 2022, juga telah berkunjung ke IAIN Ambon untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan di kampus hijau tersebut. Ia berharap, dengan adanya peninjauan ini, gedung yang rusak parah tersebut, dapat segera dibenahi dan kembali difungsikan untuk aktifitas belajar mahasiswa. (ADV/WHL)

  • Bagikan