RAKYATMALUKU.FAJAR.CO.ID -- AMBON -- Persaudaraan Maluku Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) atau PMJ Beta Maluku menolak dengan keras calon caretaker kepala daerah yang berasal dari luar daerah Provinsi Maluku untuk mengisi kekosongan jabatan bupati dan walikota di bumi para raja ini.
Koordinator PMJ Beta Maluku, Tomy Arianto Leleulya, SH.,MH, mengatakan, penolakan tersebut mengingat beredar informasi di media massa bahwa dipastikan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI, Amino Setia Budi, yang saat ini mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Riau, akan dilantik sebagai caretaker Walikota Ambon.
"Ini bukan soal suka atau tidak suka dengan pribadi calon caretaker yang ditunjuk Presiden RI Joko Widodo. Hanya saja kami heran kok hanya Ambon saja yang sentral sekali, sementara kabupaten/ kota lainnya sama sekali tidak disinggung," tegas Tomy, kepada koran ini via selulernya, Selasa, 17 Mei 2022.
Menurut Tomy, empat kepala daerah di Maluku yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 22 Mei 2022 mendatang, yakni Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Bupati dan Wakil Bupati Buru, serta Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, harus diganti oleh putera-puteri Maluku.
Sebab, calon caretaker bupati dan walikota yang berasal dari luar daerah Maluku atas usulan Presiden RI, Joko Widodo, dinilai akan sulit untuk memahami kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan serta karakteristik orang Maluku itu sendiri.








