Ambonesia

Utang Raskin Malteng Rp2 Miliar

Rakyat Maluku – KABUPATEN Maluku Tengah, Provinsi Maluku menempati urutan pertama dalam piutang terhadap bantuan beras miskin (Raskin) dari sebelas kabupaten/kota di daerah ini. Bahkan, nilainya sampai saat ini mencapai Rp2 miliar, dan belum kunjung dilunasi. Dua kabupaten lainnya; Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT), yang nilainya hampir sama dengan Kabupaten Maluku Tengah. Demikian dibeberkan Kepala Bulog Maluku dan Maluku Utara, Arif Mandu, kepada wartawan di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Selasa, 24 April.

Menurut Arif, rata-rata tunggakan piutang Raskin di Maluku terhitung sejak tahun 2008 hingga 2017. Jumlah piutang terus mengalami peningkatan, lantaran setiap tahun selalu ada penunggakan. Padahal, desakan pembayaran kepada pihak-pihak piutang, sudah dilakukan dengan berbagai cara, namun, tetap hutang tersebut tidak dibayar.

Terakhir, Bulog melakukan kerjasama langsung dengan pihak Kejaksaan Tinggi Maluku, untuk dapat bersama-sama melakukan penagihan, karena kalau tidak, nilai piutang tersebut tidak akan dibayar oleh masing-masing Pemda dengan serius. “Jadi mudah-mudahan dengan dukungan Kejaksaan ini, kami berharap agar tim pelaksana di kecamatan atau kelurahan yang masih ada tunggakan, agar secepatnya bisa menyelesaikan, sehingga masalah ini paling lambat di tahun 2018 sudah bisa selesai,” harap dia.

Sadisnya, kata dia, kalau dikalkulasikan kepada seluruh total piutang dari kabupaten/kota, maka nilainya mencapai Rp6,4 miliar untuk nilai hutang Raskin di Maluku. Kendati jumlah piutang ini setiap tahun mengalami peningkatan, tidak berarti program bantuan Raskin ke Maluku dihentikan. Bahkan, mulai sekarang, Pemprov Maluku akan menerima bantuan beras miskin dalam program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra).

Dijelaskan Sekda Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku telah melaksanakan Program Rastra selama 19 Tahun, terhitung sejak Tahun 2008 sampai dengan 2017 dengan menyalurkan Beras Bersubsidi bagi Masyarakat Miskin/Berpenghasilan Rendah yang didasarkan pada Keputusan Gubernur Maluku Nomor 92 Tahun 2017 Tentang Penetapan Alokasi Pagu Subsidi Beras Rastra Provinsi Maluku Tahun 2017.

Jumlah Alokasi Pagu Rastra Tahun 2017 sebesar 22.400.640 kg untuk 124.448 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 12 bulan dan telah tersalur pada 11 Kabupaten/kota sebesar 100 persen. Namun disayangkan, masih terdapat Tunggakan Harga Tebusan Rastra Tahun 2008 sampai 2017 per tanggal 19 April 2018 senilai Rp6.464.562.200. “Untuk itu, diharapkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota yang masih mempunyai tunggakan segera dapat melunasinya dan apabila tidak melunasi maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” beber Sekda, dalam sambutannya. (YAS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top