Berita Utama

Polda Maluku Tangkap Penyelundup Batu Cinnabar

TIM Direktorat Reserse Kriminal Umum Keepolisian Daerah (Polda) Maluku yang dipimpin Komisaris Polisi (Kompol) Irvan Reza, menanangkap komplotan penyelundup Batu Cinnabar ke Sulawesi Selatan (Sulsel), di perairan Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin, 19 Maret 2019 se­kitar pukul 02.00 WIT.

Mereka adalah Roby Saleh alias Roby (44), warga Karawang, Jawa Barat, Syarifudin alias Yoga (30), domisili di Ketapang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Muhammad Yusran Ridwan alias Yus (34), Jayapura, Muhammad Iksan Kaisupy (35), Sadri Kaisupy (41), Hizrin Kaisupy (25), dan Adam Kaisupy alias Adam (35) Sebelum komplotan penambang ini ditangkap, Loangboat yang mereka tumpangi, ditembak karena melawan.

Direktur Kriminal Umum Komisaris Besar (Kombes) Gupuh Setiono mengatakan, diringkusnya 7 tersangka pelanggar Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, karena sudah menjadi Target Operasi (TO).

“Proses penyelidikan sudah lama kami lakukan sejak Januari, Februari kami mau tangkap tapi tidak memungkinkan karena ombak begitu besar dan Bulan Maret ini berhasil,” kata Gupuh kepada wartawan di Polda Maluku, Selasa, 20 Maret.

Dikatakan, penangkapan ini atas perintah Kapolda Maluku. Pasalnya, Cinnabar diolah menjadi mercuri sangat berbahaya bagi kehidupan. Apalagi, instruksi Presiden Joko Widodo, tahun 2018 Indonesia harus bebas mercuri.

“Sebelumnya sudah ada informasi tentang itu dan atas perintah Kapolda, kami bergabung dengan teman teman Ditreskimsus memonitor para tersangka ini. Jadi kemarin kami bisa mengamankan tujuh tersangka, yaitu RB, S, MYR, MIK, SK, HK, dan AK. 3 terakhir satu keluarga. Kami amankan bersama 3 ton Batu Cinnabar yang sudah dihaluskan,” ungkap Gupuh.

Saat penangkapan itu, tambah Gupuh Setiono, terjadi kejar kejaran dengan para pelaku. Karena melawan polisi langsung menembak loangboat.

“Barang hendak dikirim ke Makassar sehingga kami kejar kejaran di laut. Kalau lihat kapal fiber ada berlubang karena kami berikan tembakan peringatan tidak mau berhenti akhirnya kita tembak. Lubang di kapal tapi tidak sampai karam karena mereka menyerah sampai singgah. Sementara dalam pengembangan nanti ditindaklanjuti teman teman dari Ditreskrimsus,” terang dia.

Dijelaskan, diduga ada kapal yang menunggu di sekitar Pulau Suanggi, SBB, untuk membawa Cinnanar ini ke Sulsel.
“Sebenarnya dia mau ke Pulau Suanggi, dari Pulau Suanggi dia langsung tembak ke Bulukumba. Diolah di Bulukumba. Sudah kita koordinasi dengan Polda Sulsel guna menindalanjuti ini,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top