Berita Utama

Penetapan DPT Pilkada Maluku Krusial

Rakyat Maluku – KENDATI hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku berdasarkan hasil berita acara kabupaten/kota se-Maluku berjumlah 1.151.915, namun hingga tadi malam, Minggu 22 April 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku belum menetapkan hasil DPT Pilgub Maluku karena dua daerah yakni Kabupaten Aru dan Seram Bagian Timur (SBT), Sistem Informasi Daftar Pemilih (SIDALIH) belum masuk 100 persen ke KPU Maluku.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kuba­ngun menekankan, pe­netapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Maluku menjadi tahapan sangat krusial.

Pasalnya, penetapan DPT berkaitan dengan upaya pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara untuk menyalurkan hak pilih mereka pada 27 Juni 2018 nanti.

“Pleno penetapan DPT Pilgub Maluku merupakan tahapan yang sangat penting. Karena ada beberapa alasan diantaranya adalah, pemenuhan hak konstitusional warga negara agar dapat menyalurkan hak pilih mereka di Pilgub 27 Juni 2018,” kata Rifan, dalam sambutannya pada pembukaan rapat Pelno Penetapan DPT Pilkada Maluku 2018-2023, di Aula Kantor KPU Provinsi Maluku, Sabtu 21 April 2018.

Menurutnya, mulai dari penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sampai dengan Daftar Pemilih Semetara Hasil Perubahan (DPSHP) hingga pleno DPT, KPU baik di provinsi maupun kabupaten/kota terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) guna memastikan segala persyaratan masyarakat yang belum tercover baik pada DPS, maupun DPSHP.

“Terpenting adalah pemenuhan hak konstitusional warga negara akan terpenuhi dengan baik, untuk itu kami terus menerus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil, baik di KPU Maluku maupun pada KPU kabupaten/kota. Bahkan, ada teman-teman KPU di kabupaten/kota yang berkantor di Dukcapil setempta, begitu juga sebaliknya,” katanya.
Selain itu, penetapan DPT juga, lanjut Rifan, secara teknis untuk mengukur kesiapan logistik pelaksana diseluruh tingkatan penyelenggara pilkada.

“Penetapan DPT ini juga untuk mengukur kesiapan logistik pelaksana diseluruh tingkatan penyelenggara pilkada,” sambungnya.
Total seluruh DPT masing-masing kabupaten/kota telah masuk di KPU Maluku, namun belum disahkan dalam pleno, pasalnya Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) dua kabupaten yakni Aru dan SBT belum 100 persen selesai.

Pantauan koran ini, rekapitulasi DPT Pilgub Maluku tersebut ditetapkan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.385.

DPT tersebut dituangkan dalam Berita Acara (BA) nomor 424/BA/81/PROV/IV/2018 tertanggal 21 April 2018 tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun2018, untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018.

Dengan rincian DPT Kota Ambon 207.058, Kabupaten Maluku Tengah 288.557, Seram Bagian Barat 143.229, Seram Bagian Timur 91.964, Bu­ru 88.950, Maluku Tenggara Barat 63.087, Maluku Barat 47.721, Buru Selatan 51.710, Kota Tual 40.058, Kepulauan Aru 56.570 dan Maluku Tenggara 73.017.

Rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT Pilgub Maluku ini dihadiri oleh KPU Kabupaten/Kota seluruh Maluku, Bawaslu Maluku dan tim tiga pasangan calon gubernur Maluku dan Wakil Maluku. Noverson Hukunala mewakili pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), Hamza Nurlili dari pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan Vendi Toumahu dari Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT).

Keputusaan ini ditanda tangani oleh lima ko­misioner KPU Maluku, dan disaksikan Komisioner Bawaslu Maluku Paulus Titaley dan saksi tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur.

Semua pihak menerima hasil rekapitulasi dan penetapan DPT tersebut serta bersedia menan­da­tangani berita acara. Namun, saksi pasangan BAILEO, Noferson Hukunala memberi catatan kritis dan penting terhadap proses pleno yang dijalani terhadap KPU Maluku dan KPU SBT. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top