Hukrim

Pemilik Mercuri Diserahkan Ke Kejari Ambon

Rakyat Maluku – LA ANDI Taipu, tersangka pemilik 57 kilogram mercuri, yang ditangkap pada 25 Desember 2017 lalu, diserahkan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Selasa, 24 April siang.

Saat hendak dibawa menuju Kantor Kejari Ambon di Jalan Rijali, Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, remaja 22 tahun ini dikawal tiga penyidik, di mana La Taibu duduk depan mobil Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan diapit sopir serta salah satu penyidik, sementara dua polisi lainnya duduk dibelakang sembari menjaga barang bukti mercuri yang ditaru dalam cerigen berukuran 5 liter tiga buah.

Tersangka memakai baju kaos lengan panjang warna merah hitam serta celana panjang hitam, sempat mengomel sebelum naik ke atas mobil polisi. Dia hadapan penyidik, tersangka mengelak kalau bahan kimia berbahaya tersebut miliknya.

“Itu (mercuri, red) bukan milik saya, itu milik orang lain. Saya ditangkap tanpa ada barang bukti. kenapa saya juga di foto (wartawan, red),” kata dia sambil membuat wajah dongkol, kemarin.

Tahap II kasus mercuri ini setelah jaksa menyatakan berkas Andi Taipu telah lengkap alias P21. Padahal, sebelumnya berkas yang awalnya ditangani jaksa AH, itu berkasnya dikeblaikan dan tiga kali jaksa melakukan P19.
Dalam surat petunjuk jaksa kepada penyidik, jaksa meminta La Aman dan Kisman yang diduga sebagai pemilik mercuri untuk diperiksa. Padahal, kedua orang ini tidak terdata sebagai warga Dusun Waikula, Desa Ureng, Kecamatan Leihiut, Kabupaten Maluku Tengah.

“Jaksa meminta pemeriksaan Aman dan Kisman, sementara yang disampaikan tersangka (La Andi Taipu) dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan), itu tidak ada nama-nama itu. Kita sudah tanya Kadesnya (Kepala Desa, red), Kepala Dusun, kata mereka kedua nama tersebut tidak terdaftar di desa atau dusun itu. Artinya nama-nama yang disampaikan ini kan fiktif,” kata Kasat Reskrim AKP Teddy kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 17 April lalu.

Sementara KBO Satreskrim Ipda Iqbal mengatakan bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti berupa mercuri ke Kejari Ambon, itu setelah pekan kemarin, jaksa mengatakan melalui surat kalau berkas La Andi Taipu sudah P21.
“Makanya kita mersepon dengan menyerahkan tersangka bersama barang bukti berupa mercuri ke Kejari Ambon.

Ada tiga cerigen berukuran 5 liter. Memang awalnya 57 Kg, tapi setelah ditimbang ulang di Laboraturium Forensik Polri di Makassar, hanya 56 Kg,” jelasnya.

Untuk diketahui, La Andi Taipabu alias Abu (22) ditangkap oleh Anggota Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease, tanggal 25 Desember 2017. Dari tangannya, polisi ikut mengamankan 3 cerigen berisi mercuri dengan berat 55 kg. Dia diringkus di Dusun Waikura, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah tanggal 25 Desember 2017 lalu. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top