Uncategorized

MUI Ambon Dorong Relokasi Tempat Pemotongan Hewan Di Mardika

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon, sebagai representatif masyarakat Muslim mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, agar segera merelokasi tempat pemotongan daging, hewan babi dan sapi di kawasan Mardika ke tempat lain. Hal ini penting menjadi atensi, mengingat keberadaan tempat pemotongan hewan babi dan sapi ini, sudah tidak layak berada di tengah-tengah kepadatan aktifitas masyarakat.

Sekretaris Umum MUI Kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina, mengatakan, dorongan relokasi tempat pemotongan hewan babi dan Sapi ketempat lain itu merupakan salah satu poin hasil Rapat Kerja (Raker) MUI Kota Ambon, Periode 2017-2022 yang digelar beberapa waktu lalu.”MUI Kota Ambon sebagai wadah berhimpun para ulama dan zuama berkewajiban untuk sama-sama dengan pemerintah daerah serta berbagai stakeholder guna membangun Kota Ambon lebih baik kedepan.

Untuk itu dalam rangka pembangunan kota ini maka keberadaan tempat pemotongan hewan babi dan Sapi di kawasan Mardika harus dilihat dan ditinjau kembali oleh Pemerintah Kota Ambon sebagai pengambil kebijakan di Kota Ambon,” kata, Manan, kepada, wartawan, Minggu, 1 April.

Ia menjelaskan, jika ditinjau dari berbagai perspektif keberadaan tempat pemotongan hewan itu tidak layak berada ditenga-tenga Kota Ambon. Tentu implikasinya terhadap masyarakat. Salah satunya adalah sisi kesehatan. “Lihat saja jika orang berlalu-lalang ditempat itu pasti menghirup udara tidak sedap dan menutup hidung mereka. Kondisi tersebut otomatis mengganggung aktifitas masyarakat di sekitar.”

Sementara dari pandangan toleransi umat beragama di Kota Ambon, menjadi catatan kritis, karena bagaimanapun daging babi itu bagi Umat Islam sesuatu yang tidak boleh setiap saat dilihat. Tentuya sangat menyentuh aktifitas masyarakat muslim yang beraktifitas disekitar.”Jelas bahwa setiap masyarakat muslim yang lewat disitu pasti tergangggu. Nah, sudah selayaknya ada kebijakan Pemkot Ambon memindahkannya ke tempat lain,” kata dia.

Lebih mendalam, kata dia, keberadaan tempat pemotongan hewan babi dan sapi dikawasan tersebut jaraknya cukup dekat. Sehingga diikahawatirkan kehalalan dari daging sapi yang dijual kepada masyarakat umum.”Kita tidak tahu ada lalat yang hinggap dari tempat pemotongan daging babi kemudian bergeser ke tempat pemotongan daging sapi.

Bisa saja terjadi percampuran dara segar yang dibawa lalat dari tempat pemotongan daging babi ke tempat pemotongan daging sapi.Nah, kondisi ini harus ikut menjadi atensi sehingga jika sudah direlokasi maka tempat pemotongan kedua hewan ini diberikan jarak yang cukup sehingga ikhtiar masyarakat benar-benar terjawab.”

Menindaklanjuti langkah itu, Latuconsina mengaku, MUI Kota Ambon sudah melayangkan surat kepada Pemkot Ambon guna meminta dilakukan audiens bersama dalam rangka membicarakan persoalan dimaksud. Selain Pemkot, MUI juga nantinya menyurat ke Kapolres Ambon, Dandim 1504 serta DPRD Kota Ambon dan Kemenag Kota Ambon agar persoalan ini menjadi hajat bersama dalam rangka memperbaiki Kota Ambon.”Sudah menjadi komitmen MUI untuk mendorong agar dilakukan relokasi tempat pemotongan hewan di kawasan Mardika,” tutup dia. (CIK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top