Berita Utama

Menristekdikti Janji Beri Beasiswa Bagi Fatayat NU Maluku

Rakyat Maluku – MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Men­ristekdikti), Muhammad Nasir, berjanji akan memberikan beasiswa bidikmisi bagi pengurus Fatayat NU Maluku yang ingin melanjutkan pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Konfrensi Besar (Konbes) Fatayat NU ke-16 yang bertemakan Rejuvinasi Gerakan Perempuan Dari Timur Indonesia, yang dilangsungkan di Islamic Center, Rabu malam 26 April 2018.

Beasiswa yang dijanjikan Muhammad Nasir itu sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi kaum perempuan di Maluku melalui Fatayat NU.
“Saya akan siapkan beasiswa untuk perempuan Fatayat NU. Kalau ada seribu orang, maka saya akan siapkan seribu beasiswa. Dimana dari seribu orang itu termasuk didalamnya itu perwakilan dari Fatayat NU Maluku,” ujar Muhammad Nasir.

Dikatakan, dari Universitas Pattimura (Unpatti), Politeknik (Poltek) Ambon maupun poltek kota Tual, kalau tidak ingin lanjut sekolah di Maluku dan maunya di Wilayah Jawa tapi terkendala soalbiaya, silahkan disampaikan ke Kemristekdikti. “Karena yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) perempuan,” te­rangnya.

Nasir juga mengatakan, Fatayat NU harus men­jadi pintu gerbang pergerakan perempuan dari timur Indonesia. Tak hanya itu, fenomena sosial media dalam dunia digital yang berkembang pesat saat ini, Fatayat NU juga diminta untuk memberikan pembelajaran yang baik terkait dengan teknologi informasi.

“Saya sudah sampaikan, kedepan Indonesia harus mempunyai metode untuk memfilterisasi isu-isu hoax. Untuk itu, saya berharap Fatayat NU harus mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang teknologi dan informasi, sehingga bisa mengetahui bagaimana cara memfilter berbagai informasi maupun berita-berita hoax,” harapnya.

Dia juga meminta agar masyarakat Maluku tidak menjadi penonton saat blok masela dieksplore nantinya. Apalagi, jika berkaca pada potensi perikanan Maluku yang begitu besar yang disebutnya sebagai Lumbung Ikan Terbesar di dunia, tapi justru Indonesia hanya menempati urutan keempat dalam ekspor ikan alias jadi penonton.

“Jangan sampai Maluku jadi penonton kedua kali. Perikanan sudah jadi penonton, jangan sampai Blok Masela, Maluku jadi penonton apabila ekspolrasi Blok Masela. Saya sudah tugasi unpatti untuk mendidik anak-anak Maluku agar perikanan dan blok Masela, Maluku tidak jadi penonton,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini yang juga Ketua Panitia Konbes ke-16 Fatayat NU dalam sambutannya mengatakan, forum Konbes Fatayat NU ini sangat berarti sebagai wadah berkonsolidasi secara internal tentang sosial masyarakat. “Oleh karena itu jadi sangat penting, sehingga ada masukan-masukan dan kita akan melihat apa yang bisa kita lakukan lebih banyak kepada masyarakat luas,”sebutnya.

Gerakan perempuan di Indonesia perjalanannya sudah 68 tahun. Namun masih banyak pekerjaan rumah dan permasalahan perempuan yang diha­dapi. Sehingga melalui tema ini bisa menjawab kebutuhan akan masalah-masalah perempuan. “Dari tema rejuvinasi ini bisa mengecangkan gerakan perempuan dari Timur, dari Ambon dari pulau yang sangat indah ini. Kita akan bahas isu internal yang sangat sensitif tetapi kita juga akan respon isu diluar sesuai kebijakan pemerintah dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM),” jelasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top