Berita Utama

Mantan Sekda Bursel Dijebloskan Ke Penjara

TIM Eksekusi Kejaksaan Ting­­gi (Kejati) Maluku res­mi menjeb­loskan mantan Sek­retaris Daerah (Sekda) Ka­bu­paten Buru Selatan (Bursel) Abubakar Masbait alias Buba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.A Ambon, Selasa, 20 Maret 2018.

Menurut Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, eksekusi tersebut dilakukan berda­sarkan putusan Pengadilan Tipikor Ambon yang menya­takan Buba terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas pada SKPD Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bursel tahun anggaran 2011 sebesar Rp 270 juta.

“Ia benar, hari ini (kemarin, red) tim eksekusi yang dipimpin I Gede Whidartama selaku Kasi Eksekusi Kejati Maluku melakukan eksekusi terhadap terpidana Abubakar Masbait alias Buba dari Rutan Kelas IIA Ambon ke Lapas Kelas IIA Ambon sekitar pukul 10.00 Wit,” ucap Samy, saat dikonfirmasi koran ini, kemarin.

Dijelaskan, dalam putusan Pengadilan Tipikor Ambon itu, Buba dijatuhi hukuman pidana penjara selama lima tahun, denda Rp.200 juta subsider dua bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp.270 juta subsider satu tahun penjara. Sebab, perbuatan Buba terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku Ekhart Hayer, yang sebelumnya menuntut Buba agar dihukum pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.135.736.600 subsider tiga tahun enam bulan (3.6) kurungan.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, ta­hun 2011 Pemerintah Kabupaten Bursel melalui Setda meng­anggarkan biaya perjalanan dinas sebagai bagian dari belanja barang dan jasa sebesar Rp 5.112.419.286, yang terdiri dari anggaran perjalanan dalam daerah Rp 1.784.029.286 dan anggaran perjalanan luar daerah sebesar Rp 3.328. 390.000.

Setelah dilakukan perubahan anggaran, maka biaya perjalanan dinas tersebut meningkat menjadi Rp 7.169.706.306. Dalam realisasinya, penggunaan ang­garan perjalanan dinas hanya sebesar Rp 4.720.250.000. Dan terdakwa Buba memerintahkan Bendahara Pengeluaran Hatijah Attamimi dan Said Behuku untuk membuat laporan penjalanan dinas fiktif. Seolah-olah seluruh anggaran perjalanan dinas telah habis terpakai. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top