Berita Utama

Lagi, ASN PU Maluku Dipolisikan

Rakyat Maluku – EDWIN Ladel Wattimena, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku, dilaporkan salah satu orang tua dari gadis berusia 11 tahun, DK (34). Laporan dibuat atas dugaan pencabulan terhadap anaknya yang terjadi pada Februari 2017 lalu di rumah pelaku.

Sebelumnya, Edwin Ladel Wattimena telah ditetapkan tersangka dengan kasus yang sama, di mana ASN ini melakukan tindak tak terpuji terhadap lima bocah lainnya. Warga kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon itu, dilaporkan DK setelah DK baru mengetahui kalau anaknya juag jadi korban kebiadaban ASN tersebut.

Kasus yang dialami korban, AL (11), bermula saat AL hendak kembali ke rumah usai membeli minuman di salah satu kios. Waktu berjalan, dia bertemu pelaku di dekat rumah pelaku. Ketika bersua, Edwin memanggil korban dan memasukkanya ke dalam tempat tinggalnya.

Di dalam rumah, AL disuruh duduk oleh lelaki yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini. Korban pun menuruti keinginan Edwin. Ternyata ada udang dibalik batu, karena waktu duduk, pelaku yang sudah tidak tahan, langsung melancarkan aksinya, yaitu mengerayangi barang terlarang korban. Asyik menjamah alat vital, korban pun mengatakan akan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ayahnya. Mendengar penuturan gadis itu, Edwin langsung berhenti melakukan perbuatan tak senonoh.

Singkat cerita, setelah terbongkarnya kebiadaban Edwin Ladel Wattimena, barulah korban membuka kebobrokan Edwin kepada Bapaknya, DK. DK akhirnya melaporkan Edwin ke polisi.

Kasat Reskrim AKP Teddy mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari salah satu orang tua korban. Kasus yang mereka terima, juga sama, pencabulan dan persetubuhan dilakukan tersangka.

“Jadi sudah enam orang yang lapor tindakan tersangka. Lima pertama telah kami tetapkan sebagai tersangka dan telah kami tahan yang bersangkutan, dan ini baru laporan baru lagi. Kami tetap menunggu jangan sampai ada laporan warga lagi terkait tindakan tersangka. Tetap kita kembangkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Edwin Ladel Wattimena ditangkap polisi pada Maret 2018 lalu. ASN PU Provinsi Maluku ini diringkus lantaran dilaporkan atas tuduhan pencabulan dan persetubuhan terhadap 5 gadis kecil. Ternyata bukan dia sendiri, tapi juga muncul nama Vernando Wattimena dan Elissa Wattimena. Ketiganya langsung dimasukkan ke dalam tahanan Polres Ambon.

Mereka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 81 ayat (1) dan ayat (2), pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014, dan atau pasal 287 ayat (1) dan atau pasal 290 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top