Berita Utama

Korupsi Dana BOS, Wakil Ketua DPRD MBD Divonis 2,6 Tahun Penjara, Jaksa Banding

PENGADILAN Tipikor Ambon menja­tuh­kan hukuman pidana penjara kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dari fraksi Partai NasDem, Hermanus Oktavianus Lekipera, selama dua tahun enam bulan (2.6), denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 408.362.000 subsider enam bulan kurungan.

Sebab, perbuatan terdakwa Hermanus Oktavia­nus Lekipera terbukti melakukan tidak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten MBD tahun 2009 – 2010 sebesar Rp 408.362.000 dari total anggaran sebesar Rp 4 miliar.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Hermanus Oktavianus Lekipera terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Ketua Majelis Hakim Jimy Wally, saat membacakan amar putusannya, Rabu, 21 Maret 2018.

Tak terima dengan putusan tersebut, Jaksa Pe­nuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tenggara (Malra) Cabang Wonreli langsung menyatakan banding. Sedangkan Penasehat Hukum terdakwa, Ronny Samloy Cs, menyatakan pikir-pikir. Ketua Majelis Hakim Jimy Wally kemudian memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada JPU untuk segera memasukkan memory banding.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Hermanus Oktavianus Lekipera selama lima tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 408.362.000 subsider enam bulan kurungan. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, tahun 2009 jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151 siswa, dan SMP sebanyak 43 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 1.969.000.000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 2.174.000.000.

Dari total dana BOS di dua tahun tersebut, ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening pe­nampungan Provinsi Maluku, yakni sebesar Rp 408.362.000, namun tidak dilakukan oleh Hermanus O. Lekipera selaku Manager Dana BOS. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top