Uncategorized

Hari Ini HMI Demo Di DPRD Kota Ambon

  • Kritisi ‘Hobi Jalan-Jalan’ Anggota Dewan Ke Luar Negeri

PLESIRAN Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon ke beberapa negara belakangan ini menuai kritik publik.

Selain perjalanan yang tidak memiliki orientasi jelas untuk kemajuan daerah, agenda ‘wara-wiri’ para wakil rakyat Kota Ambon tersebut juga di­nilai membuang-buang ang­­­ga­ran daerah. Sementara disatu sisi, masih banyak ke­bu­tuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang seolah jauh dari perhatian wa­kil rakyat tersebut.

Saat dikonfirmasi Rakyat Maluku tadi malam, Senin 2 April 2018, Ketua HMI Cabang Ambon, Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Mizwar Tomagola menegaskan, HMI akan mela­kukan aksi demo di DPRD Kota Ambon, Selasa 3 Maret 2018 (hari ini), untuk mengkritisi ‘hobi jalan jalan’ wakil rakyat Kota Ambon, tidak lepas dari fungsi kontrol terhadap wakil rakyat dan juga penggunaan anggaran daerah.

“Ini menjadi bagian penting dalam merawat demokrasi di Kota Ambon. Kegiatan dan keberang­ka­tan DPRD sebagai lembaga publik harus mendapat kontrol dari semua pihak, terutama masyarakat dan organiasi kepemudaan dan maha­siswa yang kon­seren bersama pemerintah membangun daerah,” kata Mizwar.

Mizwar menilai perjalanan dinas DPRD Kota Am­bon yang tidak substansial dan terkesan mengham­bur-hamburkan uang daerah harus dihentikan. Prob­lem Kota Ambon dalam aspek pembangunan dan pelayanan publik harus menjadi prioritas para wakil rakyat, bukan malah lebih memilih jalan-jalan keluar negeri yang nyatanya tidak memberikan dampak signifikan dalam mendorong kemajuan pembangunan Kota Ambon dalam segala aspek.

“Perjalanan Dinas DPRD Kota Ambon yang tidak substansial dan terkesan menghambur-hamburkan uang daerah harus dihentikan,” nilainya.

Berdasarkan data yang dimiliki HMI Cabang Ambon, tercatat perjalanan dinas Komisi II DPRD Kota Ambon, ke Amerika, Hongkong, Belanda, dan Jepang harus bisa dipertanggung jawabkan hasilnya kepada publik, karena diduga menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

“Perjalanan dinas Komisi II DPRD Kota Ambon, ke Amerika, Hongkong, Belanda, dan Jepang harus bisa dipertanggung jawabkan hasilnya kepada publik, karena diduga menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Bagi Mizwar, HMI melihat ada berbagai hal yang mestinya diselesaikan DPRD Kota Ambon, terutama dibidang pendidikan. Pendidikan di Ambon harus mendapat perhatian ekstra, baik dalam distribusi tenaga pengajar, kelayakan infrastruktur pendukung, pembiayaan honorer yang memadai dan professional disemua tingkatan sekola, dan juga mendukung perubahan status IAIN menjadi UIN serta mendesak PT Negeri Ambon untuk mengeksekusi asset dari Yayasan Pendidikan Darussalam di Tulehu untuk dikembalikan kepada Yayasan Darussalam Maluku.

“Kami minta agar Komisi II DPRD Kota Ambon mendesak PT Negeri Ambon untuk mengeksekusi asse dari Yayasan Pendidikan Darussalam di Tulehu untuk dikembalikan kepada Yayasan Darussalam Maluku. Selain itu, persoalan seperti biaya tenaga pengajar honorer juga harus diperhatikan, serta infrastruktur dalam dunia pendidikan di Kota Ambon. Bagi kami, ini masih sangat kurang,” desaknya. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top