Maluku Siap Ekspor Ikan Ke Jepang – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Maluku Siap Ekspor Ikan Ke Jepang

Ilustrasi

PROVINSI Maluku yang dinobatkan sebagai provinsi penghasil ikan terbesar di Indonesia, untuk pertama kalinya akan melakukan ekspor ikan ke Jepang secara besar-besaran. Rencannya, ekspor ikan ke Jepang ini akan dilakukan langsung oleh PT Peduli Laut Maluku (Pelaku), yang tentu dengan harapan ada dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Rencananya, sekali ekspor ditaksir mencapai 14 sampai 16 ton untuk jenis ikan tuna segar. Meski baru dilakukan pada bulan Maret 2018 mendatang, oleh PT Pelaku telah siap untuk merealisasikannya.

Direktur PT Pelaku, Thomas Tutuhatunewa, menjelaskan, pihaknya akan mengekspor untuk pertama kalinya bagi Maluku sebanyak 14 – 16 ton ikan tuna utuh segar ke negeri sakura Jepang. Bahkan untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya sudah menyewa pesawat kargo milik pengusaha negeri Jiran, Malaysia. “Kalau kita gunakan pesawat komersial ya tentu tidak bisa. Palingan hanya muat 1-2 ton saja, “ kata dia.

Dikatakan, potensi ikan di daerah ini memang sangat besar sekali. Akan tetapi regulasi pusat dan daerah yang sengaja memiskinkan Maluku. Hal ini bisa terlihat jelas dari ketiadaan perusahan perikanan di Maluku. Di mana hampir semua izin perikanan itu berada di luar Maluku, seperti di Bali, yang 70-80 persen izinkan dari Maluku. “Sebagai anak daerah, saya hanya urut dada saja. Kita punya ikan tapi daerah lain nikmati,” kata dia.

Ia sangat berharap bagi pemerintah daerah untuk melihat kenyataan ini. Bagaimana mau menyerap tenaga kerja, sementara industri perikanan saja tidak ada. Kantor perusahaan saja keberadaannya di provinsi lain. Dibeberkan, untuk ikan dari Maluku sangat terkenal di Jepang. Hal itu bisa dilihat dari label yang diberikan pada ikan asal Maluku yakni “ikan ambon”. Itu artinya betapa ikan dari Maluku memiliki kualitas terbaik dan dincar oleh negara lain.

Selain Jepang yang menjadi tujuan ekspor besar perusahaanya. Pihaknya juga sudah mendapat permintaan dari negara-negara di timur tengah, seperti Arab Saudi. Memang diakuinya, saat ini pihaknya masih mengurusi ijin-ijin untuk rencana ekspor ini. Dengan demikian, ia sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kendala lainnya, adalah ketiadaan petugas di bandara ketika akhor pekan yakni Jumat – Minggu.

“Kan kita rencana ekpor itu 6 kali dalam seminggu. Nah kendalanya petugas di Bandara Pattimura itu dihari-hari itu tidak ada. Artinya ada penumpukan. Nah kalo senin baru dikirim, jumlahnya kan tidak bertambah. Untuk itu, persoalan seperti inilah yang harus dilihat pemerintah. Selain melakukan lobi pusat untuk menangkan Maluku sebagai daerah penghasil ikan terbesar,” kata dia.

Pasalnya, ia mengakui ketika mengurus ijin perpanjangan perusahaan maupun eskpor, pemerintah pusat menolak ketika izinnya dari Ambon. Inikah sangat disayangkan, mau sampai kapan Maluku terus dianaktirikan. (YAS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top