Pengelolaan Pasar Transit Passo Harus Jadi Perhatian – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Pengelolaan Pasar Transit Passo Harus Jadi Perhatian

TATA kelola pasar di terminal transit Passo dinilai amburadul dan tidak dikelola secara baik oleh pemerintah kota Ambon. Hal ini disampaikan anggota komisi II DPRD kota Ambon, Christianto Laturiuw kepada wartawan, di balai rakyat kota Ambon, Jumat 19 Januari kemarin. Menurut dia, pengaturan dan pengelolaan pasar transit Passo saat ini sangat hancur lantaran tidak ada perhatian dari pemerintah kota Ambon, sehingga menjadi persoalan yang meresahkan orang yang berada di sekitar pasar.

“Pembangunan infrastruktur jus­tru malah menimbulkan keresahan bagi orang-orang yang ada di ­sekitarnya. Karena tidak ada pe­neka­nan penataan dan pengolahan sampah secara baik. Kita ketemu warga di sana, mereka menyampaikan keluhan yang luar biasa, padahal menurut mereka bahwa telah melakukan kerja bakti secara rutin, namun tidak juga mumpuni. di sana juga tidak ada drainase di jalur pasar transit,” ujar Christianto.

Dikatakannya, menyangkut penataan pasar juga tidak ditata dengan baik, sehingga yang berjualan ikan dan sayur itu dilakukan seenaknya berdasarkan kenyamanan oleh para konsumen. Sehingga terjadi simpangsiur oleh para pedagang. Misalnya, para penjual ikan dan sayur di tempat yang telah ditentukan, namun menurut konsumen tempat tersebut tidak nyaman, maka para pedagang harus berpindah lokasi penjualan demi memenuhi kenyamanan para konsumen. Itu sebabnya tata kelola pasar tidak beraturan.

“Itu yang kemudian menjadi perhatian dari pihak terkait, agar tata kelola pasar itu tidak simpangsiur. Di tempat penjualan sayur dan ikan itu pada akhirnya kembali pada keinginan masing-masing pedagang. Kalau bapak menempatkan saya berjualan ikan di tempat A misalnya, dan kemudian jualan saya tidak laku, lantas yang bertanggungjawab itu siapa. Kan sebuah kerugian yang ditanggung para pedagang. Sehingga mereka mencari tempat yang bisa membuat konsumen jadi nyaman,” kata dia.

Dikatakan, persoalan undian untuk memberikan tempat penjualan itu harusnya ditata, dikelola dan diatur secara baik dengan berkomunikasi kepada para pedagang. Tidak mungkin diundi secara serampangan, harus dengan sejenisnya. “Saat berkunjung ke sana, saya sempat heran juga melihat kondisi yang ada. Dimana, kalau misalkan diguyur hujan itu sangat disayangkan masyarakat yang ada di sekitar pasar tersebut. Drainase juga tidak ada, terpaksa mereka harus keluar. Karena itu, persoalan infrastruktur pasar tersebut juga harus diperhatikan secara baik,” jelas dia.

Komisi akan mempertanyakan soal kenapa setelah dilakukan penataan, kondisi pasar masih tetap sama seperti yang ada saat ini. Setelah disampaikan alasannya oleh dinas terkait, baru akan dilakukan evaluasi secara bersama dengan mereka, bahwa kira-kira letak persoalannya dimana. “karena keluhan yang disampaikan masyarakat dan pedagang di sana itu berbeda dengan apa yang disampaikan dinas perdagangan. Terlebih lagi soal kebersihan disana yang lebih kacau balau,” tandasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top