Pelaku Pencurian Uang Ratusan Juta Ditangkap Di Bandara Pattimura – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Pelaku Pencurian Uang Ratusan Juta Ditangkap Di Bandara Pattimura

Tim Buser Polres Ambon menggiring dua orang pelaku utama kasus pencurian uang bernama Ahmad Muliadi (55) dan Jefri Andi (27) saat ditangkap di Bandara Pattimura dan kemudian dibawa ke Mapolres Ambon, Jumat 19 Januari 2018.

DUA pelaku pencurian uang milik Yanes Teni, di Waititar, RT003/RW 01, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis, 18 Januari 2018 sekitar pukul 16.30 WIT, yakni Jevri Andi (27), Ahmad Muliadi (55), diringkus oleh anggota Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, di Bandara
Pattimura, Jumat, 19 Januari 2018 sekitar pukul 10.15 WIT.

Kedua pelaku pencurian yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, ini ditangkap saat mereka sedang duduk di Resto Bakso Malang Cak Eko dan hendak melarikan diri ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air ID-7770 setelah mengambil uang hasil curian dalam mobil milik Samuel Ulpupi senilai Rp850 juta.

Dari informasi yang dihimpun Rakyat Maluku kemarin menyebutkan, para pelaku ini mengincar korban sejak di Bank BRI dan BPDM Maluku. Korban usai mengeluarkan uang saat itu langsung bergegas pergi, sedangkan pelaku menguntit mobil Yanes Teni ini dari belakang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul warna merah. Setelah dalam perjalanan, mobil milik Samuel Ulpupi merek Honda H-RV dengan Nomor Polisi L 1358 XE itu langsung diparkir di depan Perumahan Hu­kum Kodam (Kundam) XVI/Pattimura.

Tidak saja Jevri Andi dan Ahmad Muliadi, tapi seorang warga Ambon berinisial ON juga ikut diamankan. ON diduga terkait dengan pemberian motor miliknya kepada para pelaku untuk mela­kukan aksi kejahatan.

Ketika pintu mobil dibuka oleh kedua pelaku, alarm mobil seketika berbunyi, tapi sang pemilik dan sopir tidak ada yang datang. Saat itu pelaku Ahmad Muliadi yang bertugas sebagai eksekutor lari ke garasi rumah Dinas Kumdam untuk bersembunyi. Namun 15 menit kemudian dia balik lagi dan membuka pintu belakang mobil dan mengambil tas samping warna hitam dan biru tua serta tas kresek warna hitam dan langsung kabur bersama Jevri Andi. Tugas Jevri Andi tak lain adalah mengendarai motor.

Selain kasus ini, pada Oktober 2017 lalu, pelaku yang sama juga mencuri uang milik Liem Siu Lie yang jumlahnya Rp100 juta. Modusnya sama yakni menjebol pintu mobil. Kasus ini telah dilaporkan kepada Polda Maluku dengan LP No. 385/ X/2017/SPKT tanggal 29 Oktober 2017. Laporan tersebut ditangani oleh Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sutrisno Hady Santoso menjelaskan, kasus pencurian uang di mobil yang terjadi di Waititar selain mengambil uang juga menggondol laptop merek Dell warna merah serta kamera Digital Sony.

“Adapun pencurian uang sebanyak Rp850 juta itu menggunakan kunci T. Setelah berhasil menggondol uang curian tersebut mereka pun langsung kabur.Uang tersebut kemudian disimpan di rekening mereka yakni di Bank Mandiri dan BNI,’’ ungkap Kapolres kepada wartawan di Mapolres kemarin.

Penangkapan ini berkat kerjasama Resmob Polda Maluku, Satreskrim dan Satintelkam Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. “Dari tangan mereka anggota kami berhasil mengamankan uang senilai Rp80 juta lebih. Yang lainnya disimpan di rekening mereka di bank,’’ ujar Kapolres.

Dikatakan, sebelum penangkapan malamnya polisi sudah mencium informasi terkait rencana mereka untuk kabur. Atas informasi itu pihaknya kemudian memerintahkan penutupan semua pintu pelabuhan untuk melokalisir kedua pelaku.
“Jadi tadi malam (Kamis malam, red) kami dengar informasi mereka hendak kabur dan kami perintahkan untuk menutup semua pintu pelabuhan. Nah, paginya baru mereka ke bandara dan anggota kami berhasil menciduknya. Mereka selama di Ambon mengnginap di Penginapan Mardika,” jelas dia.

Disinggung terkait pencurian di depan MCM pada Oktober 2017 lalu, Kapolres membenarkan kalau pelakunya sama yakni Jevri Andi dan Ahmad Muliadi.

“Iya, betul. Mereka pada Oktober tahun lalu juga mencuri uang dalam mobil sebanyak Rp.100 juta. Mereka ini sudah terpantau di Ambon sejak tahun 2007. Abis mencuri kabur setelah itu balik lagi ke Ambon hingga tertangkap ini. Khusus ON itu dia turut terlibat karena memberi kendaraannya kepada mereka. JA dan AM dikenakan Pasal 363 dan Pasal 64 KUHP, sementara ON turut membantu,” tutur Sutrisno.

Kapolres juga mengimbau kepada warga apabila menarik uang di bank dan takut dibuntuti silahkan melapor ke polisi untuk pengawalan. “Bila mengambil uang dengan jumlah yang banyak dan meminta pengawalan dari polisi silakan. Kami tidak memungut biaya,” tandas Kapolres. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top