Perintah Syarif Hadler Melawan Assagaff? – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Perintah Syarif Hadler Melawan Assagaff?

KONSTELASI Pilkada Maluku semakin menarik. Pasalnya Pilgub Maluku kali ini ternyata tidak bisa didikte dinamikanya dengan menggunakan logika politik di Pilkada Kota Ambon. Mengingat kom­pleksitas masalah dan persepsi sosi-politik yang berbeda-beda berdasarkan standar ke-wilayahan.

Tentunya, keputusan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syarif Hadler untuk mengarahkan seluruh infrastruktur partai memenangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno di Pilkada Maluku, dinilai sebagai pemantik ‘perang’ terhadap petahana, Said Assagaff yang secara personal disebut-sebut sebagai figur yang cukup berkontribusi mengantarkan Syarif menduduki tampuk kepemimpinan di Kota Ambon, sebagai Wakil Walikota pada Pilkada 2017.

Direktur Indonesia Research and Survei, Djali Gafur menilai, pernyataan Syarif Hadler mempertegas sikap PPP di Pilkada Maluku. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi warning bagi para kader partai yang mablelo alias tidak patuh terhadap keputusan partai.

“Pernyataan Ketwil PPP Maluku menegasikan beragam opini publik soal sikap politiknya. Ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh kader untuk tidak main-main dalam menghadapi pillkada. Apalagi yang berjuang adalah soal marwah PPP,” kata Djali kepada Rakyat Maluku, Kamis 19 Januari 2018.

Bagi Djali, keputusan Syarif sekaligus menjadi deferensiasi (pembeda) secara mencolok dengan sikap kader lainnya. Beberapa waktu lalu, media lokal menkonfirmasi sikap politik Sekwil Arif Hentihu yang mendampingi petahana Said Assagaff-Anderias Rentanubun mendaftar di KPU. Kehadiran Arief menjadi pukulan telak kepada partai untuk menegakkan konstitusi.

“Saya kira, ini merupakan sikap pak Syarif yang menjadi pembeda. Ditengah publik menaruh curiga, ternyata pak Syarif dengan tegas memberikan perintah memenangkan MI-Orno. Perintah ini sekaligus pene­gasan bagi partai untuk memberlakukan aturan main kepada kader yang masih bermain dua kaki ke kandidat diluar keputusan partai,” ungkapnya.

Ditanya apakah keputusan tersebut, menjadi is­yarat bahwa Syarif Hadler telah menambuh genderang perang dengan petahana? “Sikap pak Syarif secara politik jelas. Dengan menjalankan instruksi partai maka konsekuensinya adalah melawan petahana (Said Assagaff). Jadi tidak perlu harus ditarik sampai pada etalase Pilkada Kota Ambon. Karena seyogyanya, di Pilkada Maluku, kepentingan partai dipertaruhkan,” tegasnya. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top