Mantan Kepala BPMD SBB Dan Bendahara Divonis 1,6 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Mantan Kepala BPMD SBB Dan Bendahara Divonis 1,6 Tahun Penjara

Ilustrasi

PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pe­desaaan (BPMD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Reonaldo Silooy beserta dua bendaharanya Maggie Pattirane dan Amelia Yolanda Tayane, masing-masing selama satu tahun enam bulan (1,6), denda sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Sebab, perbuatan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi Alo­kasi Dana Desa (ADD) di kabupaten setempat tahun 2015 sebesar Rp 753.700.000.

“Menyatakan, perbuatan ketiga terdakwa (dak­wan terpisah, red) terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembe­rantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Ketua Majelis Hakim R.A Didi Ismiatun didampingi dua hakim anggota Jenny Tulak dan Bernard Panjaitan, saat membacakan amar putusannya, Kamis, 18 Januari 2018.

Terhadap putusan majelis hakim, ketiga ter­dakwa (dakwaan terpisah) melalui Pensahset Hukumnya Abdul Sukur Kaliky dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jino Talakua sama-sama menyatakan pikir-pikir. Selanjutnya ketua majelis hakim mem­berikan batas waktu kepada pihak terdakwa maupun JPU selama tujuh hari untuk menyatakan sikap, apakah menerima putusan atau ingin melakukan upaya hukum banding.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa (dakwaan terpisah) dengan pidana penjara selama tiga tahun, denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, pada tahun 2015, sebanyak 92 desa mem­peroleh bantuan ADD yang dialo­kasikan dalam APBD Kabu­pa­ten SBB sebesar Rp 52.177.941.900. ADD tersebut diperuntu­kan un­tuk membiayai penyelenggaraan pe­merintahan desa, termasuk tunjangan aparatur desa, pembangunan dan pem­berdayaan masyarakat.

Hingga Juni 2015, ADD tersebut belum dicair­kan. Olehnya terdakwa Reonaldo Silooy yang saat itu menjabat kepala BPMD menga­jukan pencairan dana tunjangan aparatur peme­rintahan desa kepada Sekda Kabupaten SBB sebesar Rp 1.984.200.000, dengan cacatan akan dikembalikan ke kas daerah setelah ADD dicairkan.

Berdasarkan permintaan pencai­ran tersebut, Abraham Niak selaku Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Dae­rah (PPKAD) Kabupaten SBB saat itu memerintahkan Daniel Souhaly selaku bendahara pembantu pada Dinas PPKAD untuk mencairkan dana tersebut.

Setelah dilakukan perincian nama-nama kepala desa sesuai dengan daftar tunjangan aparatur desa, ternyata dari dana sebesar Rp.1.984. 200.000, terdapat selisih Rp.65.700.000. Setelah itu, terdakwa Reonaldo Silooy memerintahkan terdakwa Maggie Pattirane untuk membagikan dana tunjangan aparatur desa itu kepada masing-masing kepala desa.

Namun bagi 43 penjabat kepala desa yang sudah selesai masa jabatannya, Silooy memerintahkan untuk tidak membagikannya. Dana sebesar Rp.154.800.000 itu, seharus­nya dikembalikan ke kas daerah, tetapi atas perintah Silooy diper­gu­nakan untuk kepentingan dinas sebesar Rp.77.900.000. Sehingga jumlah dana yang telah disa­­lurkan Maggie Pattirane sebesar Rp.1.656. 300.000, dan tersisa Rp.327.900.000.

Kemudian pada Agustus 2015, jabatan ben­dahara dijabat oleh terdakwa Amelia Yohana Tayane, sehingga Maggie menyerahkan uang sisa sebesar Rp.291.426.130 kepadanya. Terdakwa Amelia kemudian melanjutkan proses pembayaran tunjangan aparatur desa.Namun yang terbayarkan hanya sebesar Rp.88.200.000, sedangkan sisa dana sebesar Rp.203.226.130. Dari sisa dana tersebut, Amelia mengambil Rp.150 juta dan disetor ke rekening pribadinya pada BRI. Sementara sisanya dipergu­nakan untuk kepentingan dinas.

Kemudian tunjangan aparatur kepala desa yang dikembalikan melalui Amelia sebesar Rp 350 juta, tidak disetor ke kas daerah, tetapi ia masukan ke deposito pribadi. Nantinya pada Juni 2016, ba­rulah ia menyetor ke kas daerah secara cicil. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top