Berkas SANTUN Lengkap – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Berkas SANTUN Lengkap

Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN)

SEHARI menjelang berakhirnya per­panjangan waktu perbaikan berkas bakal calon gubernur dan wakil gu­bernur Maluku, Sabtu 20 Januari 2018 besok, berkas pasangan bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur Maluku Said Assagaff – Anderias Rentanubun dinyatakan lengkap oleh KPU Maluku, kemarin, setelah meleng­kapi sejumlah dokumen tambahan.

Lengkapnya dokumen pasangan dengan akronim SANTUN ini sete­lah KPU Maluku menyerahkan buk­ti Tanda Terima (TT) dokumen per­baikan pa­sangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku yang ditandatangani langsung Ketua KPU Maluku Rifan Kubangun.

“Iyah tim SANTUN, hari ini (kemarin) telah memasukan sejumlah dokumen tambahan untuk melengkapi dokumen sebelumnya, dan telah lengkap,” ujar Ketua KPU Maluku, Rifan Kubangun, kepada Rakyat Maluku, Kamis 18 Januari 2018. Menurutnya hingga kemarin untuk perbaikan dokumen pasangan calon, baru pasangan SANTUN yang telah datang dan melengkapi, sedangkan yang lainnya belum.

Tapi masih ada tersisa waktu untuk perbaikan dokumen, hingga Sabtu 20 Januari 2018, pukul 00.00 WIT.
“Kita tunggu saja hingga batas waktu tang telah ditentukan,” tandas Rifan.

Sebagaimana diberitakan koran ini, kemarin KPU Maluku, Rabu 17 Januari 2018, mengumum­kan berkas pendaftaran tiga bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku yang sementara masih berproses di KPU Maluku.

Dari ketiga bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, pasangan yang melalui jalur perseorangan yakni Herman Koedoboen – Abdullah Vanath atau yang dikenal dengan akronim HEBAT paling banyak tak lengkap dibandingkan dengan dua pasangan lainnya yakni Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan Murad Ismail – Barnabas Orno (BAILEO).

Untuk dua bakal calon gubernur Maluku yakni Said Assagaff dan Herman Adrian Koedoeboen dalam berkas pendaftarannya masih terdapat beberapa berkas yang dinyatakan ada, namun belum memenuhi syarat. Sementara itu, bakal calon wakil gubernur Maluku, dari ketiga bakal calon wakil, yakni Andreas Rentanubun, Abdullah Vanath dan Barnabas Orno itu masih terkendala beberapa syarat yang dinyatakan ada namun belum lengkap.

Untuk bakal calon wakil gubenur Maluku, Abdullah Vanath sendiri lebih banyak berkasnya yang memang ada namun dalam keterangan KPU sendiri setelah diverifikasi belum memenuhi syarat.

Dalam berita acara pasangan HEBAT yang dibacakan oleh Koordinator Devisi Teknis KPU Maluku, La Alwi, banyak dokumen dari pasangan HEBAT yang tidak memenuhi syarat pencalonan dan syarat calon.

Dimana untuk dokumen syarat pencalonan bagi pasangan HEBAT, dokumen model BA-8 KWK per­seorangan yang dimasukan tidak memenuhi syarat lantaran tidak memenuhi jumlah syarat dukungan.

Model B3-KWK perseorangan juga tidak meme­nuhi syarat, karena tidak sesuai format, yang mestinya tertulis B3 KWK Perseorangan.

“Untuk syarat calon atas nama Herman Koedoedboen juga tidak lengkap, seperti dokumen model BB.1-KWK (tidak memenuhi syarat) sebab tidak memberikan centang kepada kolom bersedia mengundurkan diri sebagai aparatur negara, dan surat tidak pernah dinyatakan terpidana dari Pengadilan Negeri juga tidak memenuhi syarat, sebab berkasnya bukan asli atau fotocopy,” ujar La Alwi.

Bukan hanya itu, surat pernyataan yakni tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang bersifat hukum tetap, milik Herman Koedoboen juga tidak memenuhi syarat.

Hal ini dikarenakan bukan berkas asli yang dimasukan, dan surat keterangan tidak memiliki tanggungan hutang baik personal maupun yang merugikan negara juga tidak memenuhi syarat sebab yang dimasukkan itu bukan dokumen asli.

“Surat keterangan catatan kepolisian bersih dari tindakan pidana juga tidak memenuhi syarat, karena surat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan telah habis masa berlaku. Dan surat tanda hasil kekayaan dari KPK juga tidak memenuhi syarat, karena belum ada tanda terima (LHKPN), surat keterangan tidak dinyatakan valid dari pengadilan niaga juga tidak memenuhi syarat, sebab bukan berkas asli yang dimasukan, sementara yang diminta adalah asli,” jelas La Alwi.

Untuk dokumen pemberitahuan wajib pajak orang pribadi selama lima tahu terakhir, selama lima tahun terakhir milik Herman Koedoboen juga tidak memenuhi syarat, sebab, laporan SPT 2013-2014-2017 belum dimasukan. Sementara surat tanda pelajar yang telah dilegalisir juga tidak memenuhi syarat, sebab legalisir ijazah SMA tidak sesuai, Ijaza S1 dan S2 belum dilegalisir.

Sementara untuk bakal calon wakil gubernur Maluku Abdullah Vanath, sambung Alwi, juga banyak yang tidak memenuhi syarat, seperti surat tidak pernah dinyatakan sebagai narapidana dari pengadilan negeri yang memiliki kekuatan hukum tetap juga tidak memenuhi syarat, karena bukan dokumen asli yang dimasukan.

“Dokumen tidak sedang dicabut hak pilihnya yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri juga tidak memenuhi syarat, sebab bukan dokumen asli yang dimasukan. Surat keterangan tidak memiliki hutang secara pribadi atau yang merugikan negara juga tidak memenuhi syarat, karena bukan dokumen asli atau scand yang dimasukan,” paparnya.
Untuk SKCK milik Vanath juga tidak memenuhi syarat, sebab bukan dokumen asli dan tidak sesuai kebutuhan serta telah habis masa berlakunya. Surat tanda terima hasil harta kekayaan dari KPK juga tidak memenuhi syarat, lantaran tanda terima yang diberikan bukan asli atau masih di scand.

“Surat keterangan tidak sedang dikatakan failid oleh pengadilan naga juga tidak memenuhi syarat, lantaran bukan dokumen asli yang dimasukan. Bukan hanya itu, dokumen pemberitahuan wajib pajak orang pribadi selama lima tahun terakhir, juga tidak memenuhi syarat lantaran SPT dari tahun 2013-2014-2015-2016-2017 belum ada, dan untuk legalitas ijazah yang dimasukan juga tidak memenuhi syarat lantaran ijazah SMA, S1,S2 tidak dilegalisir oleh sekolah atau dinas yang bersangkutan,” tanda La Alwi.

Untuk calon gubernur Maluku Said Assagaff, dokumen pemberitahuan wajib pajak orang pribadi selama lima tahun terakhir juga tidak memenuhi syarat karena beljm memasukan SPT tahun 2017, Dan dokumen keabsahan ijazah tidak memenuhi syarat katena ijaza SMA legalisir tidak sesuai.

Sementara untuk syarat bakal calon wakil gubernur Maluku Anderias Rentanubun, surat keterangan tidak pernah dinyatakan sebagai narapidana dari pengadilan negeri yang memiliki kekuatan hukum tetap, juga tidak memenuhi syarat, karena masih memakai peraturan KPU nomor 9 tahun 2015. Surat keterangan tidak pernah dinyatakan dicabut hak hukumnya dari pengadilan negeri juga tidak memenuhi syarat, lantaran masih memakai peraturan KPU nomor 9 tahun 2015.

“Dokumen pemberitahuan wajib pajak orang pribadi selama lima tahun terakhir milik Anderias Rentanubun juga tidak memenuhi syarat katena tidak memasukan SPT tahun 2013 dan 2017. Bukan hanya itu, ijazah yang telah di tandatangani oleh pihak yang berwenang juga tidak memenuhi syarat, karena legalisir ijazah tidak sesuai,” jelas La Alwi.

Sementara itu, untuk bakal calon gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam pembacaan hasil penilita berkas tidak ada satu berkaspun yang kurang, dan semua telah lengkap. Tapi berbeda dengan wakilnya Barnabas Orno yang masih memiliki beberapa masalah terkait dokumen yang tidak memenuhi syarat.

Untuk Barnabas Orno, kata La Alwi, dalam dokumen syarat calon model BB.1-KWK tidak memenuhi syarat, karena tidak diketahui status ASN, serta dokumen pemberitahuan wajib pajak orang pribadi selama lima tahun terakhir juga tidak memenuhi syarat karena kurang memasukan laporan SPT tahun 2017.

Kepada wartawan usai penyampaiann berkas pendaftaran, Ketua KPU Maluku, Rifan Kubangun mengatakan, proses perbaikan berkas hanya akan dilakukan selama tiga hari, yan dimulai pada Rabu 18 Januari 2018 (kemarin) hingga Sabtu 20 Januari 2018 pukul 00.00 WIT.

Sementara itu untuk penyerahan hasil penelitian berkas itu, kata Rifan, dihadiri oleh semua perwakilan dari para pasangan calon. Dan pleno tersebut dipimpin langsung oleh dirinya selakh ketua KPU,!didampingi semua komisianer KPU, serta disaksikan oleh Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely. Kemudian menyangkut dengan hasil tes kesehatan dan hasil verivikasi admi­nistrasi dokumen pendaftaran balon gubernur dan wakil gubernur itu, dilakukan melalui rapat pleno terbuka, untuk menyerahkan hasil penelitian berkas syarat, calon dan syarat pencalonan.

“Hasil pemeriksaan kesehatan dari seluruh bakal pasangan calon sudah kita terima, dan semuanya telah memenuhi syarat. Sudah kita terima berkasnya yang berkaitan dengan sehat jasmani dan rohani, serta dari BNN yang berkaitan dengan bebas penyalahgunaan narkotika,” tegas Rifan. (RM/R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top