10.000 Mahasiswa Unidar Dicoret Dari PDPT – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

10.000 Mahasiswa Unidar Dicoret Dari PDPT

SEBANYAK lebih 10.000 mahasiswa yang tercatat di Univer­sitas Darussalam (Unidar) Ambon dicoret dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT). PDPT sendiri merupakan kumpulan data penyeleng­garaan pendidikan tinggi seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional.

‘‘Dengan dicoretnya nama mereka dari daftar PDPT maka secara  tidak langsung me­reka telah dipecat,’’ ujar Rektor Unidar Ambon Dr. Mohammad Riadh Uluputty   menanggapi persoa­lan terkait perbaikan Pangkalan Data Pen­didikan Tinggi (PD-Dikti), Kamis, 18 Januari 2018.

Sebagaimana diketahui, polemik soal keberadaan Unidar Ambon ini sempat melahirkan dua versi kampus yakni yang beralamat di Waihakila, Wara, Ambon, yang dipimpin Dr. Mohammad Riadh Uluputty dan kampus yang beralamat di Tulehu, Maluku Tengah yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ibrahim Ohorella.

Terkait soal daftar PDPT ini, menurut Uluputty, merupakan langkah terbaik untuk mengifisienkan agar pengelolaan kampus terse­but khususnya terkait perbaikan status mahasiswa menjadi jelas.

Dikatakan, pada PD-Dikti perguruan tinggi tersebut terca­tat ada sekitar 28.817 mahasiswa yang berasal dari angkatan 1996 s/d 2017. Dari jumlah tersebut terdapat 12.780 mahasiswa yang dinyatakan telah lulus.

‘‘Sehingga praktis tersisa 13.437 mahasiswa yang aktif. Dari jumlah tersebut 5.000 mahasiswa diantaranya dinyatakan kadaluarsa atau telah melewati ambang batas penyelesaian studi. Di atas lima  tahun untuk mahasiswa Diploma Tiga (D3) dan di atas tujuh tahun untuk Strata Satu (S1),’’ ujarnya.

Sedangkan 5.000 mahasiswa lainnya lagi, ujar Uluputty, dike­luarkan atau dipecat oleh Unidar Ambon karena tidak beraktivitas selama lima semester secara berturut-turut untuk D3 dan enam semester untuk S1.

Menurutnya, langkah tersebut telah ditempuh Unidar Ambon dalam Rapat Senat yang digelar sejak 11 Desember 2017 lalu setelah mempertimbangkan amanah Permenristekdikti No:44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 16 ayat 1 tentang masa dan beban belajar penyelenggaraan program pendidikan.

‘‘Dari hasil Rapat Senat tersebut kemudian diper­tegas dalam Surat Keputusan Rektor Unidar Ambon No: 02/SK/PTS.UD/2018 tertanggal 15 Januari 2018,’’ ujarnya.

Diakui, setelah banyaknya keluhan dan laporan yang mereka terima dari orang tua maupun masyarakat terkait eksistensi Kampus Unidar yang bermarkas di Tulehu yang pada 16 Desember 2017 lalu masih melakukan wisuda maka hal itu memaksa pihaknya menggelar Rapat Senat yang kemudian dite­gaskan dalam SK Rektor untuk menyikapi masalah itu.
”Keputusan Senat tersebut tentu diambil berda­sarkan pengumuman Direktur Kelem­bagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti No: 4572/C/5/2017 ter­tang­gal 24 Juli 2017 yang menyampaikan bahwa telah terjadi perubahan Badan Penyelenggaraan Universitas Darussalam Ambon, dari Yayasan Darussalam menjadi Yayasan Darussalam Maluku,’’ ujarnya lagi.

Ini, kata Uluputty, mempertegas asas legalitas pelaksanaan aka­demika Unidar Ambon yang ada di Wara, Ambon. ‘‘Sehingga untuk menghindari kerugian di kemudian hari maka masyarakat diminta untuk hanya mendaftarkan diri dan beraktivitas di Unidar yang sah di Kampus Wara Ambon,” terangnya.

Dengan berpegang pada pengumuman Direktur Kelem­bagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti No: 4572/C/5/2017 ter­tang­gal 24 Juli 2017 tersbeut maka hal ini mempertegas soal keberadaan Unidar Ambon yang terletak di Kawasan Wara. Atas dasar tersebut maka dengan ini dapat dinyatakan bahwa pelaksanaan wisuda yang digelar di Unidar Tulehu pada 16 Desember 2017 lalu yang diikuti sekitar 454 wisudawan  merupakan wisuda illegal.

Walau demikian, kata dia, Rapat Senat yang digelar tersebut masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang ingin kembali aktif dan tercatat pada PD-Dikti Unidar Ambon. “Bagi mahasiswa yang ingin aktif kembali akan diberikan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) baru, dan nilainya akan dikonversi sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Uluputty. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top