SANTUN Lebih Berpeluang Dipilih Lagi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

SANTUN Lebih Berpeluang Dipilih Lagi

Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN)

PEMILIHAN gubernur dan wakil gubernur Maluku baru akan ber­langsung Juni mendatang, namun dari hasil sejumlah lembaga survey menempatkan posisi incumbent atau petahana Said Assagaff yang saat ini masih berada diposisi teratas untuk dipilih kembali memimpin Maluku untuk kedua kalinya.

Ada sejumlah faktor kenapa Assagaff harus dipilih lagi memimpin Malu­ku periode 2018 – 2023, salah satunya yakni agar pembangunan di Maluku yang saat ini tengah dirintis Assagaff bisa dilanjutkan dan dituntaskan Assagaff bersama Andreas Renta­nubun sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku di periode kedua.

Selain faktor kesinambungan dan kelanjutan pembangunan di Maluku, ada faktor lainnya kenapa incumbent lebih dipilih ketimbang penantang barunya, khususnya oleh sejumlah tokoh di Maluku, hal ini lebih didasari pada periodesasi kepemimpinan dimana incumbent selain sulit dikalahkan, ini sekaligus membuka peluang bagi para tokoh lainnya pada periodesasi kepemimpinan kedua incumbent untuk maju bertarung.

“Barisan pendukung Calon Gu­ber­nur Dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff – Anderias Rentanubun (SAN­TUN) akan dihuni oleh tokoh tokoh potensial yang saat ini belum berhasil melenggang dalam bursa Cagub Maluku 2018 nanti, pasalnya opsi mendukung SANTUN adalah pilihan paling realistis agar para tokoh ini punya kesempatan bertarung di Pilgub Maluku selanjutnya,” ujar Politisi Muda Partai Golkar Maluku, Fuad Bachmid, kepada koran ini, Senin 15 Januari 2018.

Menurut Fuad, Pilgub Maluku di tahun 2023 nanti adalah arena pertarungan bebas, karena meng­ingat Said Assagaff tidak akan mencalonkan diri lagi.

“Pak Assagaff sudah pasti tidak akan men­calonkan diri lagi, Pak Andre juga belum pasti, tergantung beliau kedepan, bisa saja beliau hanya mendampingi Pak Assagaff untuk menuntaskan agenda pembangunan Maluku 5 tahun kedepan.

“Jadi pilihan bergabung bersama SANTUN adalah pilihan paling realistis untuk membuka kans mereka ber­tarung tanpa beban di Pilgub Selanjutnya,” ungkap Fuad.

Sebaliknya, kata Fuad, jika Pilgub kali ini dime­nang­kan oleh kandidat baru maka sangat sulit bagi para tokoh tokoh ini untuk bisa menjual ketokohan dan kefiguran mereka di momentum Pilgub selanjutnya karena me­ngingat Pilkada diseluruh Indonesia ini petahana masih menjadi lawan tangguh.

“Saya kita para tokoh di Maluku ini paham bahwa melawan petahana ini butuh kekuatan ekstra, makanya pilihannya hanya dua saat ini, yakni lima tahun mendatang melawan incumbent atau saat ini memilih incumbent,” tandas Fuad. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top