Sidang Korupsi Dana Iklan Dan Publikasi Setda SBB – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Sidang Korupsi Dana Iklan Dan Publikasi Setda SBB

Jaksa Hadirkan Mansur Tuharea Sebagai Saksi

TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat (SBB) telah resmi melayangkan surat panggilan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBB Mansur Tuharea, untuk hadir memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa, 16 Januari 2018, besok.

Menurut Kasi Pidsus Kejari SBB Jino Talakua, Mansur Tuharea hadir sebagai saksi untuk dua terdakwa korupsi dana iklan dan publikasi pada Sekeratariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2014 sebesar Rp 561.147.899. Yakni, Rio Khormein Amsyah dan Petrus Erupley, masing-masing selaku mantan bendahara pengeluaran Setda SBB.

“Surat panggilan sudah kita layangkan kepada pak sekda, dan agendanya Selasa besok,” ungkap Jino, saat dikonfirmasi koran ini, tadi malam.

Dijelaskan, keterangan Sekda SBB Mansur Tuharea dalam persidangan nanti untuk menjelaskan proses pencairan dana iklan dan publikasi pada Setda setempat. Sebab, kapasitas saksi Mansur Tuharea selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Sangat berkaitan, dan keteranganya itu sangat mendukung JPU dalam pembuktian perkara ini,” jelas Jino.
Dalam dakwaannya, JPU Kejati Maluku Ekhart Hayer mengungkapkan, berdasarkan bukti diketahui bahwa terdakwa Rio Khormein Amsyah selaku bendahara telah menyerahkan uang sebesar Rp 473.350.000.000 secara bertahap sebanyak 40 kali kepada 27 penerima atas perintah Bob Puttileihalat yang saat itu menjabat Bupati SBB.

Uang-uang tersebut diberikan kepada pihak-pihak tertentu antara lain, sopir Bob bernama Wellem Pattiasina di Jakarta, sebesar Rp 15 juta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten SBB Tommy Wattimena Rp 25 juta, mantan ajudan Bob Marvin Hanuwela Rp 55.200.000, setor ke rekening istri Bob Ratna Latupaty Rp 16.200.000.
Kemudian transfer kepada anak kandung Bob, Ayu Ditha Gresilya sebesar Rp 4 juta, Kabag Humas SBB untuk liputan kasus Ayu Rp 3 juta, Kadis PPKAD Ampy Niak untuk membayar pinjaman dana MTQ Rp 50 juta, bayar utang di The Hotel Natsepa Rp 16.900.000, serta diberikan bagi tenaga kontrak Setda Kabupaten SBB Esau Maketake sebesar Rp 27 juta.

Hayer menjelaskan, di tahun 2014 direalisasikan belanja jasa publikasi dan iklan Pemkab SBB sebesar Rp 750.000.000, untuk publikasi ucapan selamat hari besar keagamaan atau kegiatan tertentu dari Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah.

Khormein Amsyah dan Petrus Erupley (dakwan terpisah) selaku Bendahara Pengeluaran Setda Kabupaten SBB mencairkan habis anggaran tersebut berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), yang dilakukan secara bertahap.

Sesuai kenyataannya pada tahun 2014, bendahara pengeluaran Setda yang dijabat Petrus Erupley (Februari – Juni 2014) dan Rio Khormein Amsyah (Juli – Desember) hanya melakukan pembelian spanduk dan baliho sebesar Rp 30.080.000 pada Percetakan AIRA dan bukan sebesar Rp 596. 726.000 sebagaimana yang dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban.

Terdakwa Rio pernah menolak atau keberatan atas perintah baik yang disampaikan oleh Bupati, Wakil maupun Sekda atas penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya, namun hanya sebatas lisan.

Akibat perbuatan kedua terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 561.147.899. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku tahun 2017, terdakwa Rio merugikan negara sebesar Rp 467.147.899, sedangkan terdakwa Petrus merugikan negara sebesar Rp 94 juta. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top