Kawal, Penyalahgunaan KTP Untuk HEBAT – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Kawal, Penyalahgunaan KTP Untuk HEBAT

Ilustrasi

KASUS dugaan penyalahgunaan Kartu Tanda Penduduk (e-KT) dan Surat Keterangan(Suket) yang telah dilaporkan sejumlah masyarakat kepada pihak kepolisian akan terus berproses.

Penyalahgunaan e-KTP/Suket ini terungkap saat dilakukan verifikasi fak­tual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku terkait validitas dukungan masyarakat kepada bakal pasangan calon Herman A Koedoboen-Abdullah Vanath (HEBAT) untuk memenuhi syarat minimal dukungan sebagai calon peserta Pilkada Gubernur di 2018. Penyalahgunaan du­ku­ngan tersebut tersebar di beberapa wilayah, baik itu di Maluku Tengah (Malteng), SBB dan SBT.

Saat dikonfirmasi, Abdul Rajak Abubakar, salah satu warga masyarakat di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang sempat melaporkan dugaan penyalahgunaan e-KTP/Suket untuk dukungan pasangan HEBAT di Pilkada Maluku ke Kepolisian Sektor (Polsek) Leihitu mengaku, pihak­nya tetap mengawal proses pelanggaran hukum yang dilakukan tersebut dan akan menuntut tegak­nya keadilan agar demokrasi yang menjadi cita-cita masyarakat sesuai dengan ekspektasi.

“Hampir sepekan lebih, proses pelaporan dugaan tindak pidana yang dilakukan. Penggunaan KTP dan Suket milik masyarakat tanpa sepengetahuan mereka adalah bentuk pelanggaran hukum. Sementara, demokrasi harus tunduk terhadap hukum yang berlaku. Bagimana bisa kita mencita-citakan de­mokrasi disatu sisi, sementara disisi lain, pada praktiknya kita menabrak norma-norma hukum yang membuat kita (warga masyarakat) harus taat. Untuk itu, kami tetap mengawal proses ini sampai tegaknya keadilan,” kata Abubakar, saat dikonfirmasi kemarin.

Dia menyebutkan, hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Lehitu terkait delik aduan tersebut, bahwa kasus dugaan penyalagunaan e-KTP/Suket milik masyarakat akan dilimpahkan kepada Polres Ambon atau Polda Maluku.
“Kami sudah berkoordinasi dan meminta kejelasan sejauh mana penanganan aduan mas­yarakat ini. Jawaban dari salah satu aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Leihitu bahwa kasus ini akan dilimpahkan kepada Polres Ambon atau Polda Maluku. Artinya, mereka harus dengan serius me­nangani kasus ini,” katanya.

Baginya, ini menjadi kasus pertama dalam sejarah demokrasi di Maluku. Ketika masyarakat secara sadar dan melek politik menanggapi tin­dakan terpuji dan terkesan melawan hukum yang dilakukan timses atau relawan pasangan HEBAT. Mamasukan dukungan masyarakat tanpa sepengetahuan pemiliknya adalah tindakan yang diduga melawan amanat UU. Sehingga, proses yang kami laporkan ini sebagai bentuk konsistensi masyarakat dalam mendukung upaya pemilu bersih, jujur adil dan bermartabat.

“Bagi saya mungkin ini temuan dugaan pelangg­aran hukum pertama dalam sejarah demokrasi di Maluku. Ketika masyarakat secara sadar dan melek politik menanggapi tindakan terpuji dan terkesan melawan hukum yang dilakukan timses atau relawan pasangan HEBAT. Memasukan dukungan masyarakat tanpa sepengetahuan pemiliknya adalah tindakan yang diduga melawan amanat UU. Sehingga, proses yang kami laporkan ini sebagai bentuk konsistensi masyarakat dalam mendukung upaya pemilu bersih, jujur adil dan bermartabat,” kuncinya. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top