Gunakan Isu SARA, Kader PDIP Maluku Akan Dikenai Sanksi – Rakyat Maluku
Pilihan

Gunakan Isu SARA, Kader PDIP Maluku Akan Dikenai Sanksi

– PDIP Maluku Target Menang Pilkada Di Tiga Daerah

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Per­juangan (PDIP) Maluku melarang kader partainya untuk mengkampanyekan isu SARA pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung di Maluku, Juni 2018 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua DPD PDIP, Edwin Adrian Huwae kepada Rakyat Maluku, Sabtu 13 Januari 2018. Menurutnya, larangan mengkampanyekan isu SARA itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri kepada seluruh kader partai di nusantara.

“Dalam Rapat Kerja Daerah khusus (Raker­dasus) diingatkan agar kader PDIP dilarang untuk mengkampanyekan hal-hal yang berkaitan dengan isu SARA. Karena itu sangat dilarang oleh Ketua Umum, Ibu Megawati. Jika ada kader partai yang tidak taat kepada perintah partai dan diketahui dan ada bukti, maka akan dikenai sanksi berat,” tegasnya.

Dalam Pilkada kali ini, bukan hanya melawan perintah partai saja, yang akan dikenakan sanksi, tetapi jika ada kader yang memainkan isu SARA juga akan dikenakan sanksi yang tentu berdasrkan pada bukti. Namun, untuk mencegah itu, sebelumnya telah dihimbau untuk seluruh kader dilarang main isu SARA pada Pilkada.

Terhadap rekomendasi yang mengusung para bakal calon juga jika ada kader yang berseberangan, maka akan dikenakan sanksi yang diberikan oleh partai, dan sanksi itu bisa sampai pada pemecatan, jika sekiranya melawan secara terbuka terhadap rekomendasi partai.

Menyinggung soal sanksi itu hanya omong kosong, Edwin membantahnya. Menurutnya, PDIP tidak main-main dengan sanksi pemecatan selama tindakan perlawanan itu dilakukan berdasarkan dengan bukti. “Di kabupaten Buru pada Pilkada sebelumnya ada kader yang melawan perintah partai, dan kemudian diberi sanksi pemecatan. Hanya saja kita tidak mempublikasikan saja.

“Kalau untuk bakal calon anggota legislatif di PDIP jika tidak taat perintah partai juga akan dicoret dari daftar. Sekarang ini sudah mulai ada pendaftaran calon aleg, dan tidak kerja pada Pilgub juga akan menjadi catatan pertimbangan, apakah akan masuk calon Aleg atau tidak tergantung pada kesalahannya,” tandas Edwin.

TARGET
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di dua Kabupaten/Kota dan Pilkada Gubernur Maluku, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP menggelar Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus).

Rakerdasus yang digelar di Aula Gonzalo kawasan kopertis, Sabtu 13 Januari 2018 tersebut dalam rangka untuk memperkenalkan bakal calon kepala daerah, baik untuk Kabupaten/kota maupun untuk pemilihan Gubernur Malulu yang akan dilaksanakan pada Juni 2018 mendatang sekaligus membahas strategi pemenangan pada Pilkada tersebut.

Kepada wartawan usai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP di Gedung Oikumene kota Ambon, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan, Rakerdasus biasanya diadakan mejelang pemilihan kepala daerah.

Dalam Rakerdasus itu, menghadirkan seluruh pimpinan partai dari seluruh Dewan pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota yang ada di Maluku. Tak hanya, dari pimpinan Pimpinan Anak Cabang (PAC) juga biasanya dihadirkan, namun karena terkendala dengan geografis kepulauan yang jauh, sehingga hanya didatangkan pimpinan DPC saja.

Menurutnya, Rakerdasus yang dilaksanakan itu salah satu tujuannya adalah memperkenalkan calon kepala daerah kita kepada struktur partai. Namun, inti dari Rakerdasus itu adalah untuk membicarakan strategi pemenangan dan juga berbicara tentang visi dan misi dari pasangan calon yang di usung oleh PDIP yang mesti disejajarkan dan disinergikan de­ngan visi besar PDIP.

“Inti dari Rakerdasus DPD PDIP itu adalah mensejajarkan visi dan misi pasangan calon yang diusung dengan visi besar PDIP. Dan Rakerdasus itu juga adalah bagian daripada konsolidasi struktur partai dan dalam kesempatan tersebut itu akan mem­bicarakan target-target pemenangan partai,” ujar Edwin.

Menyinggung soal pada Pulkada 2016, PDIP yang mengalami kekalahan dihampir sebagian daerah kabupaten kota, Edwin menjelaskan, dari Pilkada serentak 2015 dan 2017, pihaknya baru mencapai kemenangan kurang lebih 44,45 persen yang tentu jauh dari target DPD.

“Sejak pilkada 2015 hingga 2017 itu keme­nangan kita peroleh baru mencapai 44,45 persen, dan tentu itu jauh dari apa yang kita targetkan. Sehingga, kami berharap pada Pilkada di tiga daerah tersisa ini kita bisa menang. Dan oleh karena itu, maka satu-satunya jalan adalah mengkonsolidasikan seluruh struktural partai untuk memenangkan pasangan calon yang sudah kita rekomendasikan,” terangnya.

PDIP menargetkan untuk menang di Pilkada tiga daerah tersisa, yakni di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Pemilihan Gubernur Maluku. “Target PDIP, ditiga daerah tersisa ini harus dimenangkan oleh PDIP,” tandasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top