Bisnis Cinnabar, Polisi Tangkap Polisi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Bisnis Cinnabar, Polisi Tangkap Polisi

BRIGADIR Polisi (Brigpol) L, oknum ang­gota Polri, diamankan re­kan­nya sesama aparat kepolisian karena kedapatan berbisnis Batu Cinnabar.

Padahal, cinnabar telah dila­rang, apalagi se­suai instruksi Presiden Joko Widodo kalau Tahun 2018 Indonesia harus bebas mercuri. Dan mercuri diolah dari cinnabar. Selain oknum polisi, Sundit I Direk­torat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, ikut menangkap seo­rang warga berinisial S dan J.

“Kita mengamankan di atas 30 kilo (Batu Cinnabar) Kalau kita perkirakan 4 ton lebih. Ini digerakan oleh seorang tahanan di Polda Maluku, dalam kasus yang sama. Dia adalah J,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Kombes Polisi Mohammad Roem Ohoirat kepada wartawan di Kantor Densus 88 Anti Teror di Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis, 11 Januari 2018.

Dari kasus ini, lanjut Ohoirat, pihaknya telah menetapkan ketiganya (L, S dan J)!sebagai tersangka perdagangan tambang ilegal.

“Kemudian sampai dengan sekarang 3 orang kiita tetapkan sebagai tersangka. Selain cinnabar, kita juga amankan 3 unit Hamdphone. Mereka disangkakan dengan Pasal 158 Undang Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara. Ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 Miliar,” ungkap Kabid Humas.

Khusus bagi oknum polisi, lanju dia, selain sanksi pidana umum, dia juga dikenai kode etik.

“Ini sudah ada kebijakan bahwa aturannya sudah jelas bahwa yang namanya tambang cinnabar, itu dilarang. Dan setiap kali ada pertemuan dan kesempatan, pimpinan kita (Kapolda Maluku, red) selalu mengingatkan kepada anggota agar tidak terlibat atau melibatkan diri. Tapi kalau ada anggota main-main (main tam­bang ilegal) disini, kebijakan sudah jelas akan diproses sesuai aturan hukum umum. Selain itu juga yang bersangkutan (Brigpol L) akan diproses sesuai ketentuan-ketentuan sesuai Keputusan Kapolri dengan kode etik,” jelasnya.

Sementara Kasubdit I Ditreakrimum Kompol Handik Suzen, menjelaskan kronologis diamankan Batu Cinnabar. Kata dia, pada Rabu, 10 Januari 2018, mereka mendapatkan informasi kalau ada penimbunan Batu Cinnabar di salah satu rumah warga di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, berinisial W.

“Kami dari Subdit I Ditreskrmum Polda Maluku mendapatkan informasi bahwa di salah satu rumah warga yang terletak di Tawiri, itu ada batu cinnabar yang ditimbun, kami datang ke sana dan kami mendapati bahwa benar ada 130 karung yang berisi Batu Cinnabar. Kami memastikan kalau ini Batu Cinnabar, kalau batu ini lebih dari batu biasa dan apabila kena sinar matahari itu muncul bitik-bintik merah,” ungkap Handik.

Kepada anggota Subdit I, W mengatakan kalau barang tersebut milik kakaknya, Brigpol L. Setelah dikembangkan, baru mengarah ke S serta J.

“Kami kembangkan dari rumah milik warga berinisial W itu bahwa itu barang milik kakaknya berinisial L. Dari L kami kembangkan lagi kalau dia mendapatkan barang dari tersangka yang berinisial S, dari S kami kembangkan lagi kalau barang milik tersangka J yang sekarang berada di dalam rutan Polda Maluku di Tantui, dan setelah kami melakukan pemeriksaan awal terhadap J ini kita dapatkan bukti bahwa benar itu milik J,” tandasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top