Menakar Koalisi Partai Politik Di Pilgub Maluku – Rakyat Maluku
POLITIK

Menakar Koalisi Partai Politik Di Pilgub Maluku

Abubakar Solissa

SETELAH melalui tahapan yang panjang, akhirnya partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memutuskan untuk rekomendasi partai diberikan kepada pasangan Murad Ismail dan  Barnabas Orno sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023.

Oleh: Abubakar Solissa
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Periode 2016-2018

 

GERINDRA adalah partai te­rakhir diantara 11 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Provinsi Maluku. itu artinya, tidak ada lagi per­buruan partai politik, ka­rena semua partai sudah me­mutuskan sikapnya dalam menghadapi kontestasi pilkada Maluku pada bulan juni mendatang.

Kalau pasangan Hebat tidak lolos verifikasi faktual di KPUD Maluku, maka bisa dipastikan pilkada Maluku hanya mengikutsertakan dua pasangan calon. Kedua pasangan tersebut adalah, pasangan Said Assagaff dan Andreas Rentanubun (Santun) yang diusung oleh koalisi partai Golkar, Demokrat dan PKS, masing-masing memiliki jumlah kursi yang sama, yakni 6 kursi yang kalau diakumulasikan maka pasangan yang memiliki tagline lanjutkan ini didukung oleh 18 kursi—sedangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (Mas Bro) diusung oleh koalisi besar—yang terdiri dari PDIP (7 kursi), Gerindra (5 kursi), Nasdem (4 kursi), Hanura (4 kursi), PKB (3 kursi), PKPI (2 kursi), PAN (1 kursi) dan PPP (1 kursi), kalau diakumulasikan maka pasangan yang memiliki tagline Baileo ini didukung oleh 27 kursi.

Kalau membaca peta koalisi diatas semua orang pasti sependapat bahwa pasangan Mas Bro lah yang paling berpeluang menang karena didukung oleh mayoritas dukungan partai politik dibandingkan pasangan Santun yang hanya didukung oleh 3 partai politik.

Dari sisi kuantitas tentunya, kemenangan akan berpihak kepada Mas Bro, tapi pertanyaan kemudian apakah dari sisi kualitas pasangan ini bisa berhasil memenangkan pertarungan? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena dibeberapa tempat realitas politik selalu tidak linear. Sering kali kita menemukan terjadinya asimetris antara mayoritas dukungan partai politik dengan kemenangan.

Pasangan yang diusung oleh mayoritas partai politik belum tentu keluar sebagai pemenang, dan fakta politik membuktikan bahwa dibeberapa tempat justru kalah dari pasangan yang hanya didukung oleh minoritas partai politik—bahkan yang paling ekstrim, ada pasangan yang hanya menggunakan jalur perseorangan (independent) bisa mengalahkan pasangan yang didukung oleh partai politik.

KUALITAS FIGURITAS DAN SOLIDITAS KOALISI PARTAI
Kontestasi manapun selalu beriringan dengan komponen figuritas dan koalisi partai yang memiliki kohesivitas yang tidak rapuh—selain kita bicara soal finansial sebagai componen penghubung yang memiliki kemampuan memobilisir kekuatan kemenangan dan faktor kekuatan birokrasi yang sering dijadikan petahana sebagai senjata pamungkas untuk mengkodisikan kekuatan politiknya.

Terlepas dari kedua komponen normatif itu, faktor figuritas pasangan calon menjadi sangat penting dan sering dijadikan sebagai refrensi politik bagi para pemilih dalam menentukan pillihan politiknya.

Terbukanya arus informasi di abad ini mengakibatkan terjadinya rembesan pengetahuan politik pada masyarakat di akar rumput (grassroots) dalam melihat kemampuan (kompotensi, integrity dan visi) dari para kandidat. Itulah sebabnya kenapa, dalam setiap perhelatan politik lokal di daerah para kandidat selalu membangun pencitraan untuk sekedar mengconfirmasi bahwa dirinya memiliki semuanya—yang diekspektasikan oleh publik.

Akan tetapi, sekali lagi penulis ingin tegaskan bahwa pentingnya faktor figuritas tidak kemudian meniadakan peran partai politik begitu saja. Partai politik memiliki sumber daya politik yang sangat terlembaga, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, dan yang paling terbawah adalah ranting.

Infrastruktur partai yang terlembaga ini kalau dikelola secara baik maka sudah pasti akan menghadikan dampak yang signifikan juga buat kandidat yang diusung. Apalagi kalau pasangan calon tertentu diusung oleh resourcing partai politik yang mayority, maka akan sangat mudah bagi pasangan calon untuk merebut kemenangan.

Dalam konteks pilkada Maluku, kedua pasangan ini menurut penulis memiliki plus-minusnya. Pasangan Mas Bro diuntungkan karena didukung oleh mayoritas partai politik tapi juga memiliki tantangan yang jauh lebih berat. Tantangan pertama yang harus diselesaikan oleh Mas Bro adalah merekonsolidasi internal partai koalisi dan memaksimalkan sumber daya politik yang dimiliki.

Kerja sama antar partai koalisi menjadi kunci sukses bagi Mas Bro dalam melakukan berbagai konsolidasi politik di masyarakat. Kedua, persoalan tingkat pengenalan dan keterpilihan masih cukup rendah dibandingkan pasangan Santun.

Itu artinya, dari sisi figuritas pasangan ini dianggap cukup lemah. Intensitas komunikasi politik dengan rakyat harus ditingkatkan lagi, gagasan-gagasan politik yang brilian dan berani harus disampaikan kepada masyarakat soal prospek pembangunan yang akan dilakukan kalau terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Pasangan ini harus bisa menjadi anti-tesa dari petahana—apa yang belum dilakukan oleh petahana selama memimpin? kenapa sumber daya alam Maluku yang potensial ini tidak bisa mendatangkan kemanfataan buat masyarakat Maluku? disitulah menurut penulis, Mas Bro harus menghadirkan solusi dan siap mengabdi buat kepentingan masyarakat.

Pasangan Santun juga demikian—pasangan ini dari sisi jumlah partai tentunya relatif lebih kecil dibandingkan penantang (Mas Bro). Butuh kerja sama ekstra untuk menggerakan semua infrastruktur politik untuk bisa mengimbangi kekuatan partai politik yang dimiliki oleh Mas Bro.

Dan sebagai petahana, sudah pasti pasangan Santun diuntungkan dengan kekuatan birokrasi yang dimiliki, kemampuan relasi yang terbangun sampai ke akar rumput, dan yang paling penting, petahana selalu ditopang oleh tingkat pengenalan dan keterpilihan yang tinggi di masyarakat. (*)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top