Persoalan Di Internal PDIP Maluku Masih Terjadi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Persoalan Di Internal PDIP Maluku Masih Terjadi

  • Tergambar Dari Hasil Survei

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku diharapkan menjadi partai pengusung penting di Pilkada Maluku. Selain dikenal sebagai parpol yang punya loyalitas kaders yang tinggi, PDP Maluku juga memiliki basis politik yang sangat signifikan. Tapi, beberapa pilkada termasuk Kota Ambon mengkonfirmasi, PDIP harus ‘menyolidkan’ seluruh friksi internal partai jika ingin kembali Berjaya di Pilkada.

Deputi Kajian Politik Young Leaders Institute for Development, Abubakar W Soulissa mengaku, jika membaca trend survei yang dirilis SDI (Sinergi Data Indonesia) beberapa waktu lalu, mengkonfirmasi perolehan elektability pasangan bakal calon Murad Ismail-Barnabas Orno, bisa dibilang masih sangat rendah dibandingkan pasangan petahana maupun HEBAT yang melalui jalur independen,”Secara statistik, hasil survei SDI mengkonfirmasi rendahnya elektrabilitas paslon MI-Orno, jika dibandingkan dengan dua kompetitor lain,” kata Soulissa,
Harusnya, lanjut Soulissa, dengan dukungan ma­yoritas partai politik, termasuk PDIP, memberikan dukungan elektoral yang jauh lebih besar kepada pasangan dengan akronim BAILEO tersebut.

Kehadiran PDIP dalam koalisi BAILEO, seagai partai pemenang di Maluku dengan jumlah partay ID terbesar di akar rumput. Prosentase secara statistik sudah signifikan.

“Seharusnya, dengan dukungan mayoritas partai politik, termasuk PDIP memberikan dukungan elektoral yang jauh lebih besar kepada pasangan dengan akronim BAILEO tersebut. Kehadiran PDIP dalam koalisi BAILEO, sebagai partai pemenang di Maluku dengan jumlah pendukung terbesar di akar rumput. Prosentase secara statistik sudah semestinya signifikan,” paparnya.

Situasi ini membuktikan bahwa (dengan men­jadikan survei SDI sebagai alat baca pasar politik), pertama, faksionalisasi di internal partai belum terselesaikan secara baik. Kemungkinan, putusan rekomendai pada level DPP tidak diapresiasi oleh para elit di internal DPD PDIP yang ada di Maluku.

“Dalam konteks ini menurut saya, proses pens­trukturan adaptif tidak berjalan di internal partai. Mestinya, kalau kita bicara soal penstrukturan adaptif maka setiap kebijakan strategis organisasi partai harus dijalankan oleh seluruh mesin dan infrastruktur partai yang ada di DPD sampai pada tingkat ranting. Angka survei mengkonfirmasi betapa persoalan internal menyangkut friksi politik kemungkinan belum terselesaikan,” nilainya.

Kemungkinan kedua berada pada basis ideologis (strong voters) PDIP yang dilema dengan keputusan po­litik partai.
Ekspektasi basis sendiri soal positioning bakal calon gubernur Maluku dari kaders partai, hal ini tinggal dirasionalkan saja dengan memberikan pemahanan secara politik atas kepentingan institusional. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top