PLN Listriki 3 Desa Di Pulau Buru – Rakyat Maluku
DAERAH

PLN Listriki 3 Desa Di Pulau Buru

Wakil Bupati Kabupaten Buru, Amus Besan, Manager PLN Area Ambon, Wahidin saat berpose bersama masyarakat Kecamatan Air Buaya usai peresmian Program Listrik Desa (Lisdes), Jumat, 29 Desember 2017.

PT (PERSERO) PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, melalui PLN Area Ambon, kembali melistriki desa-desa di Provinsi Maluku. Kali ini, 3 desa di Pulau Buru, menjadi target PLN untuk dilistriki. Tiga Desa itu antara lain, Desa Wairuba, Desa Waihotong Lama dan Desa Waihotong Baru. Ketiga desa yang dilistriki PLN tepat pada tanggal 27 Desember 2017 kemarin, merupakan kado tahun baru 2018.

Sistem kelistrikan dari ketiga desa tersebut dikelola oleh PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Ambon Rayon Namlea Unit Pelayanan Airbuaya dengan Daya Mampu 845 kW dan Beban Puncak 568 kW sehingga terdapat Cadangan Daya sebesar 277 kW yang dipasok oleh PLTD Airbuaya.

Jarak ketiga desa tersebut dari Namlea yakni lebih kurang 170 km, dengan waktu tempuh 3 hingga 4 jam perjalanan. Terdapat 350 Kepala Keluarga (KK) di ketiga desa tersebut dengan mata pencaharian mayoritas yaitu bertani.

Guna melistriki ketiga desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 KV sepanjang 12,2 kms dan 3 trafo distribusi dengan kapasitas masing-masing 160 KVA, 100 KVA dan 50 KVA. Manajer PLN Area Ambon Wahidin mengatakan, pada dasarnya PLN memiliki 3 tugas, di antaranya yaitu melistriki, memastikan agar listrik bisa menyalur dengan baik ke warga dan bagaimana listrik bisa dinikmati sepanjang hari.

“Tahun 2018 akan ditambah lagi 3 mesin berkapasitas masing-masing 200 kW untuk menambah pasokan listrik di PLTD Airbuaya. Lalu di tahun 2019 kami upayakan semua ibukota kecamatan di Pulau Buru dapat menikmati listrik”, ujarnya.

Jumlah pelanggan PLN di Pulau Buru saat ini berjumlah 34.928 pelanggan, dimana 15.053 pelanggan sudah menggunakan Listrik Prabayar/Listrik Pintar dengan mayoritas pelanggan PLN di Pulau Buru sendiri yakni pelanggan rumah tangga. Salah satu tokoh masyarakat Desa Waihotong Baru Ahmad Bafagih mengucapkan rasa terima­kasihnya kepada PLN yang telah melistriki desanya.

“Akhirnya setelah 20 tahun desa kami dapat menikmati listrik. Ini merupakan rasa syukur yang luar biasa. Dengan adanya listrik ini alat-alat elektronik kami tentunya dapat berfungsi, salah satunya yaitu kulkas”, ujarnya.

Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Pulau Buru sendiri saat ini mencapai 68 %. Sedangkan untuk RE PLN di Provinsi Maluku hingga saat ini mencapai 79,47 % dan ditargetkan akan mencapai 89,11 % dengan kembali melistriki 154 Desa di tahun 2018 mendatang. (CIK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top