Astaga!! Siswa SMP 8 Hitu Ujian Beralas Ubin – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Astaga!! Siswa SMP 8 Hitu Ujian Beralas Ubin

Ilustrasi

PULUHAN  pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 Hitu, Kecamatan Leihitu harus mengisi lembaran ujian akhir semester di atas lantai ubin. Rabu 6 Desember 2017.

Meja-kursi yang selama ini me­reka pakai sudah rusak tapi tak kunjung diperbaiki, dan tidak layak dipakai lagi untuk mendukung proses belajar mengajar.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan membuat nya­man siswa untuk mengisi lembaran ja­waban mereka maka Wali Kelas III SMP 8 mengambil keputusan supaya siswa tidak perlu duduk di kursi untuk mengisi lembaran-lembaran pertanyaan.

“Ia pa itu memang kondisinya demikian, kursinya sudah rusak-rusak, tapi belum diperbaiki,” kata Yam Makatitta, salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut yang dihubungi Rakyat Maluku. Ironisnya, pasilitas kursi dan meja di kelas-kelas lainnya pun sama, semuanya rusak parah, bahkan ada dua siswa yang duduk satu kursi untuk menerima pelajaran dari para guru mereka. Tapi sampai sekarang dibiarkan begitu saja.

Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digelontorkan untuk sekolah dengan jumlah 200 lebih siswa juga tidak ada transfaransi pengelolaannya, dan digunakan untuk kepentingan yang mana, pada guru sama sekali tidak mengetahuinya.

Berbagai kerusakan pasilitas yang dialami SMP 8 Hitu memang sudah sering diadukan para guru kepada Kepala Sekolah tersebut, tapi sayang belum ada upaya nyata untuk memperbaikinya. Laporan dan keluhan guru seakan dianggap angin lalu.

“Kami hanya diberi tau tugas guru adalah mengajar, jangan menanyakan dana BOS,” bebernya.

Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah Said Patta yang dikonfirmasi mengaku juga mendapati laporan tersebut dari para guru dan akan segera menindaklanjutinya. “Harus ada upaya penegakan hukum dalam masalah ini, penting untuk pihak berwajib mengusut pengelolaan dana BOS yang terjadi di sana,” desa Said.

Ada yang salah dalam pengelolaan dana BOS, dugaan kuat dana BOS telah digunakan bukan pada tempatnya. Pada kesempatan itu, politisi asal Partai Persatuan Pembangunan itu juga menyesalkan pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah yang diduga melakukan kong kali kong untuk menutupi kebobrokan di SMP 8.

“Saya memang dapat informasi pernah ada tim dari kabupaten yang turun melakukan pengawasan, tapi para guru mengaku hasilnya tidak menunjang perbaikan sistem di SMP, bukan hanya meja-kursi yang rusak, pengadaan pasilitas penunjang pendidikan lainnya pun diabaikan, dimana fungsi Dinas Pendidikan selama ini,” kesal Patta. (ARI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top