Buruh Pelabuhan Mogok, Aktifitas Bongkar Muat Macet – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Buruh Pelabuhan Mogok, Aktifitas Bongkar Muat Macet

Ratusan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berunjuk rasa dalam aksi mogok kerja di Pelabuhan Yos Sudarso, Senin 4 Desember 2017.

RATUSAN buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Ambon melakukan aksi demo, Senin 4 Desember 2017, menolak pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 152 tentang Penyelenggaran dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal Dan Keputusan bersama Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM tahun 2011.

Aksi demo yang di lakukan ini karena para buruh menduga jika pemberlakuan Permen 152 ini akan menghilangkan kewenangan Koperasi TKBM.

Aksi yang berjalan tertib ini sempat memacetkan aktifitas bongkar muat di dalam areal pelabuhan. Puluhan truk yang hendak mengangkut barang barang, tak bisa karena tidak ada buruh yang bekerja.

“Ada surat TKBM dari Jakarta tujuannya adalah menolak Permen 152 dan SKB 2 Dirjen. Permen tentang adanya TKBM tandingan di pelabuhan. TKBM tandingan berupa PT, CV atau yayasan. Ujung-ujungnya sudah kita tahu semua dan muara dari Permen itu sudah jelas,” kata Sekretaris 2 TKBM, Yanto Manuji, kepada wartawan di sela-sela aksi, Senin, 4 Desember 2017.

Menurut Yanto mengatakan, apa yang mereka tuntut ini tidak akan berhenti sampai aspirasi kaum buruh direspon.
“Tuntutan itu kita tuntut dari 2014 sampei sekarang. Penundaan-penundaan dan puncak pada hari ini. Ini penekanan awal dan kedepan kita tetap melakukan penelanan,” ungkap Yanto.

Dikatakan tidak saja Permen 152 dan SKB 2 Dirjen, TKBM juga menolak akan dirubah Keputusan Menteri (Kepmen) 35. Di mana salah satu pasal menjelaskan bahwa satu-satunya yang melakukan aktifitas bongkar muat hanya koperasi.

“Kepemen ini yang mau direvisi. Kalau direvisi maka serta merta Koperasi TKBM akan dihilangan,” ujarnya.
Menanggapinya Pelaksana Tugas Harian Pelindo Tedy Indra Yudana mengatakan kalau pihaknya akan menyampaikan aspirasi buruh ke pusat.

“Apa yang mereka sampaikan ini nanti kita sampaikan ke pusaf. Ada mekanisme yang akan kita lakukan,” kata dia.
Ditambahkan, sebelum aksi, Pelindo sudah berkoordinasi dengan TKBM, KSOP maupun keamanan setempat. Ia mengakui kalau aksi terus dilakukan maka akan berdampak pada kebutuhan masyarakat.

“Kita sudah berbicara dengan pengurus TKBM dengan keamanan setempat juga. Yang pasti kalau aksi ini logistis akan terhambat, kebutuhan masyarakat juga terganggu, suplai barang ke daerah terhambat, termasuk berpengaruh terhadap harga,” akuinya.

Pantauan Rakyat Maluku di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, setelah aksi di depan pintu masuk kurang lebih satu jam, pukul 09.00 WIT, angota TKBM dan pengurus sekitar 300 orang mendatangi Kantor Pelindo. Demo baru berakhir sekitar pukul 12.00 WIT. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top