Sidang Laka Lantas Maut Di Wayame, Oskar Puttileihalat Divonis 1.9 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Sidang Laka Lantas Maut Di Wayame, Oskar Puttileihalat Divonis 1.9 Tahun Penjara

Rakyatmaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Oskar Puttileihalat alias Oskar selama satu tahun sembilan bulan (1.9). Sebab, perbuatan terdakwa Oscar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang mene­waskan Lilik Kamaluddin Mewar, warga Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 310 ayat (4) UU RI No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan,” ucap Ketua Majelis Hakim Hamsa Kairul, didampingi dua hakim anggota S. Pujiono dan Sofyan Palerungan, saat membacakan amar putusanya, Selasa, 14 November 2017.

Dalam amar putusan majelis hakim dijelaskan, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan M.Putuhena, Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa, 11 Juli 2017, sekitar pukul 22.00 Wit.

Saat itu mobil berwarna hitam jenis Toyota Hilux dengan nomor polisi DE 1405 G yang digunakan terdakwa melaju dari arah Desa Laha dan melambung salah satu mobil penumpang didepanya.

Saat melambung dari arah yang berlawanan, terdakwa tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, sehingga langsung menabrak sepeda motor jenis Honda Beat dengan nomor Polisi DE 3048 didepannya yang dikendarai korban.

Dari laka lantas itu, mengakibatkan sepeda motor korban rusak parah dan korban juga terpental sejauh 10 meter dan langsung meninggal dunia. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui. Namun sampai disana, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter dan langsung dibahwa pulang ke rumah duka.

Usai mendengar pembacaan amar putusan majelis hakim, terdakwa Oskar melalui Penasehat Hukumnya, Anthony Hatane, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Lilie Helut, sama-sama menyatakan menerima putusan tersebut.

Ketua Majelis Hakim Hamsa Kairul langsung menyatakan putusan Pengadilan Negeri Ambon atas perkara ini dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

Putusan yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Oskar selama tiga tahun penjara. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!