Assagaff Pertegas Siapa Wakilnya – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff Pertegas Siapa Wakilnya

Said Assagaff

Rakyatmaluku.com – HINGGA kini para bakal calon gubernur Maluku yang akan bertarung di Pemi­lihan Gubernur Maluku tahun 2018 masih mengejar rekomendasi partai politik. Diantaranya, rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunanan dan beberapa lainnya.

Untuk mendapatkannya, masing-masing par­tai juga menginginkan bakal calon gubernur Maluku bisa menggandeng kader mereka. Alasan itulah yang membuat partai-partai yang memiliki suara terbanyak di parlemen masih terus melakukan kajian secara politik dan strategis sebelum reko­mendasi ditandatangani.

Terkait situasi ini, bakal Calon Gubernur Maluku Said Assagaff secara blak-blakan akhirnya mengatakan siapa yang akan mendampinginya.

“Sejak dulu, saya selalu mengatakan, Ketua DPRD dan Bupati, itu komitmen saya sejak dulu sampai sekarang,” tegas Assagaff, kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Rabu 24 Oktober 2017.

Memilih berpasangan antara Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun atau Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae bagi Assagaf bukan sesuatu yang membahayakan di Pilgub Maluku nanti.

Assagaff bahkan bercerita sedikit pe­ngalamannya di Pilgub tahun 2009-2014 ketika berpasangan dengan Karel Albert Ralahalu. Saat itu posisinya sebagai wakil gubernur, peran penting wakil gubernur ikut berpengaruh pada pemenangan di Pilgub.

“Yang lain masih mencari pasangan, saya masih tetap Bupati atau Ketua DPRD, saya juga seorang mantan wakil gubernur, dan tau-lah,” ujarnya.

Menurut Assagaf, semua elit partai telah mengadakan rapat dan reko­mendasi tinggal menunggu hari saja. Komunikasi yang baik dengan petinggi partai masih berjalan sangat baik, dengan PDIP juga demikian, sehingga kemungkinan mendapatkan lebih banyak partai politik itu terbuka lebar.

Sementara itu informasi yang diperoleh Rakyat Ma­luku menyebutkan dalam dua hari ini akan ada reko­mendasi yang dikeluarkan Parpol kepada balon gubernur dan wagub Maluku. Salah satunya yakni rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Kalau rekomendasi keluar, saya tidak akan meng­gembor-gemborkan ke publik seperti lazimnya pa­ra calon kandidat lain. Alasan simpel yang menjadi pertim­bangan adalah agar pihak lain juga bisa maju mencalonkan diri,” tandas Assagaff, pada kesempatan berbeda.

Menurut Assagaff, indeks demokrasi Maluku saat ini terbaik se-Indonesia. Untuk itulah, alangkah baiknya jika dalam perhelatan pemilihan gubernur tahun 2018 mendatang, diramaikan oleh banyak pasangan calon.
“Semakin banyak calon ya semakin baik. Pilihan rakyat juga makin banyak, “ tandas Assagaff.

Di tempat terpisah, Bupati Andreas Rentanubun yang dikonfirmasi disela-sela puncak Festival Pe­sona Meti Kei (FPMK) sangat optimis berpasangan dengan Gubernur Maluku Said Assagaff.

“Tunggu saja deklarasinya,” ujar Andreas tanpa me­mastikan waktu deklarasi pasangan Pilgub Maluku.
Sementara Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae jus­teru diplomatis menjawab pertanyaan wartawan ter­kait peluangnya berpasangan dengan Gubernur Maluku Said Assagaff.

“Saya siap apa kata Ibu Mega. Saya siap apa kata ibu Mega,” ujarnya kemarin. Huwae menerangkan, Ketua DPP PDIP lebih mengetahui kepada siapa rekomendasi PDIP diberikan, dan selaku kader yang taat akan setia menjaankan ketetapan partai untuk Pilgub Maluku. “Apa kata Ibu Mega saya siap,” tutur Edwin. (ARI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!