Sampono Nilai Isu Terorisme Di Maluku Dibuat-Buat – Rakyat Maluku
DAERAH

Sampono Nilai Isu Terorisme Di Maluku Dibuat-Buat

Nono Sampono

Rakyatmaluku.com – Munculnya pengakuan Bupati Kabupaten Buru Selatan Tagop Sudarsono Solissa pada hari Minggu 28 Mei diikuti Walikota Ambon Richard Louhenapessy pada hari Rabu 31 Mei bahwa ada laporan intelijen terhadap pergerakan teroris baik di Bursel maupun di Kota Ambon memunculkan berbagai reaksi.

Kedua kepala daerah ini telah mengadakan rapat bersama forkopimda masing-masing untuk mengantisipasi informasi tersebut.

Selain itu, berbagai upaya ditempuh untuk menangkal dan membasmi meluasnya pergerakan teroris di Maluku.
Reaksi yang sama muncul dari Nono Sampono. Ia meminta pihak TNI dan Polri bersama-sama secara kompak dapat memberantas masalah terorisme yang kini mengancam negara, bahkan kini diisukan telah merembes di wilayah Maluku.

Wakil Ketua I DPD RI, ini kepada wartawan, akhir pekan kemarin mengatakan, saat ini pemerintah pusat sementara melakukan penyempurnaan atas Rancangan Undang-Undang Terorisme di mana, pada RUU tersebut, TNI diberi ruang bersama Polri dalam pemberantasan terorisme di tanah air.

TNI dari sisi kesiapan dan kelengkapan tambahnya,sudah sangat memadai mulai dari intelijennya hingga ke personil yang paling bawah.Untuk itu, diharapkan agar adanya kerjasama yang dibangun dalam rangka pengentasan terorisme di Indonesia termasuk di Maluku.

“Orang Maluku harus pandai dalam memaknai keadaan atau kondisi faktual yang terjadi di Maluku. Pasalnya, isu teroris di Maluku terkesan di buat-buat untuk mengganggu stabilitas keamanan dan membuat masyarakat menjadi bingung,” jelasnya.

Ia mencontohkan, misalnya kabar RMS, kita bilang tidak ada tapi faktanya ada.  ‘’Hal ini sengaja dimanfaatkan untuk menggangu kamtibmas. Karena itu masyarakat Maluku harus tetap menjaga persaudaraan yang telah terbina selama ini. Kita bahkan harus terus berjuang menjadikan Maluku sebagai kota perdamaian dunia,’’ imbuhnya. (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top