Kronologi Kematian Hasnawati – Rakyat Maluku
DAERAH

Kronologi Kematian Hasnawati

Pelaku (Kiri) - Korban (Kanan)

Rakyatmaluku.com – MAYAT perempuan bernama Hasnawati diketahui tergeletak di dalam Rumah Apotik Neng Linje Farma Jalan Pulau Buru, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (4/6) pukul 22.00 WIT. Jenazah yang kemudian diketahui bernama Hasnawati adalah pegawai pada RSUD Masohi dan sehari-harinya juga bekerja pada Apotik Liningje Farma.

Korban kali pertama ditemukan oleh rekan kerjanya Amel, Kety, Ongen dan Taken. Menurut Amel , dirinya dan dua rekannya pada pukul 19.00 Wit, datang untuk menyalakan lampu ruangan rumah setelah itu kembali ke Mes Husada.

“Karena sampai pukul 21.30 WIT lampu di ruangan apotik belum juga ada yang menyala, mereka kembali ke apotik dengan tujuan membuka apotik dan menyalakan lampu. Saat menyalakan lampu mereka kaget melihat korban sudah tergeletak di lantai tak bernyawa, setelah itu tanpa berbuat banyak mereka kemudian menelepon anggota polisi Brikpol Majid untuk turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut Amel, sebelum menyalakan lampu mereka melihat ada sendal yang tidak biasanya digunakan korban. “Sebelum masuk kedua kali untuk menyalakan lampu ada sendal di depan pintu apotik, karena takut kami memanggil rekan kerja Ongen untuk nyalakan lampu. Saat itu Ongen kaget melihat korban tergeletak. Oleh Ongen kemudian menyuruh kami masuk melihat kondisi korban dan tidak ada yang memegang korban dan langsung melaporkan ke polisi,” terangnya.

Dikatakan, korban semasa hidupnya selalu curhat dengan rekan kerja baik soal kerja maupun soal Hasnara atau hubungan percintaan. Sebelumnya juga korban pernah curhat dan mengatakan bahwa pernah mendapat telepon berupa ancaman dari seseorang namun tidak tahu siapa peneleponnya. “Korban pernah cerita selalu mendapat telepon ancaman mau dibunuh oleh seseorang, namun tidak tahu itu datangnya dari siapa,” ujarnya.

Pengakuan korban kepada Amel, dibenarkan pula oleh rekan kerja korban yang lain, dengan mengatakan korban selalu diancam akan dibunuh. “Sebelum ditemukan tewas, korban pernah menceritakan akan dibunuh oleh penelepon dan korban juga menceritakan hubungan cintanya dengan bekas pacarnya,” terang rekan korban yang lain yang tidak mau dikorankan kepada media di kamar mayat RDUD Masohi.

Dari kondisi korban, diduga korban meninggal bukan karena bunuh diri, diduga korban di bunuh, karena dari pantauan media, tidak ada tanda-tanda benda yang digunakan korban untuk bunuh lazimnya orang bunuh diri.
Wakapolres Malteng Abdul Rauf, di TKP kepada media mengatakan pihaknya menerima laporan dari rekan korban pukul 21.30 Wit, kemudian dengan anggota turun melakukan olah TKP.

“Kami menerima laopran pukul 21.30 Wit dan langsung turun melakukan olah TKP sekaligus memasang garis polisi (police line). Untuk sementara siapa saja dilarang masuk karena dalam penyelidikan,” tegasnya. Sementara dari pantauan, jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Masohi untuk dilakukan otopsi menunggu ijin dari keluarga korban. (YUS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top