Korupsi Dana Bantuan GSC Malteng, Tersangka Natalia Ngaku Rp 1,4 M Lebih Dibagi-bagi – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Korupsi Dana Bantuan GSC Malteng, Tersangka Natalia Ngaku Rp 1,4 M Lebih Dibagi-bagi

Rakyatmaluku.com – TERSANGKA Natalia Monica kepada Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Malteng mengaku bahwa uang hasil korupsi dana bantuan Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) – Waipia, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2013 – 2015 sebesar Rp 1,4 miliar lebih tak hanya dinikmati sendiri, melainkan dibagi-bagi ke yang lain.

“Saat diperiksa Jaksa Penyidik, tersangka Natalia mengakui telah menggunakan dana bantuan GSC sebesar Rp 1,4 miliar lebih dari total anggaran Rp 1,8 miliar untuk kepentingan pribadinya, dan telah membagi-bagi sebagian dana Rp 1,4 miliar lebih itu ke yang lain,” beber Kepala Kejari Malteng Robinson Sitorus, kepada wartawan, di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Senin, 5 Juni 2017.

Uang hasil korupsi tersebut, kata Sitorus, digunakan tersangka Natalia selaku bendahara GSC di Kecamatan TNS – Waipia untuk berbisnis batu bacan, untuk biaya pernikahannya, membeli sebidang tanah, membuka dua kios, serta membeli tiga unit mobil (satu unit mobil telah disita Kejari Malteng).

“Tersangka Natalia ini sudah akui semua perbuatannya kepada Jaksa Penyidik. Dan Jaksa Penyidik kini sedang mendalami pihak-pihak yang turut serta membantu atau turut menikmati aliran dana tersebut,” ucapnya.
Ditanya soal alasan tidak ditahannya tersangka Natalia, Sitorus mengatakan, ditahan tidaknya tersangka Natalia merupakan kewenangan Jaksa Penyidik serta dilihat melalui berbagai pertimbangan.

“Bukan tidak ditahan, tapi belum ditahan. Untuk kepastiannya nanti kita lihat saat proses tahap II. Dan tersangka juga sudah janji ke Jaksa Penyidikan bahwa dalam waktu dekat ini tersangka akan mengembalikan Rp 500 juta,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan Rakyat Maluku sebelumnya, dana GSC ini dicairkan Pemprov Maluku ke Kabupaten Malteng untuk dipergunakan sebagai bantuan makanan sehat dan bergizi bagi balita dan lansia maupun biaya memeriksa kesehatan ibu hamil.

Dana GSC ini juga bermanfaat membantu masalah pendidikan anak-anak, seperti membeli pakaian seragam dan tas sekolah serta membayar tenaga guru honorer pada 18 desa di Kecamatan TNS-Waipia. Namun tersangka Natalia Monica selaku bendahara GSC di Kecamatan TNS – Waipia telah menyalahgunakan pengelolaan anggaran tersebut. Sehingga Pemprov Maluku menutup rekening GSC di Malteng. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top