Dugaan Korupsi Dana BOS, Wakil Ketua DPRD MBD Ditetapkan Tersangka – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Dugaan Korupsi Dana BOS, Wakil Ketua DPRD MBD Ditetapkan Tersangka

Rakyatmaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Ne­geri (Kejari) Maluku Teng­gara (Malra) Cabang Wonreli resmi menetapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Ba­rat Daya (MBD) dari fraksi Partai NasDem, Hermanus Oktavianus Lekipera, sebagai tersangka kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten MBD tahun 2009-2010.

Menurut Kepala Cabang Kejari Malra di Wonreli, Hendrik Sikteubun, penetapan tersangka itu ber­dasarkan dua alat bukti yang cukup ditahap penyidikan, diantaranya temuan kerugian keuangan negara oleh Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku sebesar Rp.408.362.250.00 dari total anggaran sebesar Rp 4 miliar lebih.

“Setelah membaca laporan perkembangan penyi­dikan pada 23 Mei 2017 dan hasil ekspose perkara pada 24 Mei 2017 di Kejaksaan Tinggi Maluku, maka mantan Manager Dana BOS di Kabupaten MBD Hermanus Oktavianus Lekipera resmi ditetapkan sebagai tersangka, dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : Prin-036/S.1.13.9/FD.1/05/2017,” ucap Hendrik, dalam konferensi pers, di ruang pers Kejati Maluku, Senin, 5 Juni 2017.

Langkah selanjutnya, kata Hendrik, pihaknya akan menyurati Gubernur Maluku Said Assagaff melalui Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan pemeriksaan perdana terhadap tersangka Hermanus O. Lekipera guna kelengkapan berkas perkaranya ditahap penyidikan.

“Surat untuk Gubernur Maluku sementara dibuat oleh Kejaksaan Tinggi Maluku, sehingga dalam waktu dekat kita dapat segera memeriksa tersangka Lekipera,” jelas Hendrik.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, tahun 2009 jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151 siswa, dan SMP sebanyak 43 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 1.969.000.000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 2.174.000.000.

Dari total dana BOS di dua tahun tersebut, ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening penampungan Provinsi Maluku, yakni sebesar Rp 408.362.250.00, namun tidak dilakukan oleh Hermanus O. Lekipera selaku manager dana BOS. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top