Publik Masih Inginkan Assagaff Pimpin Maluku – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Publik Masih Inginkan Assagaff Pimpin Maluku

Said Assagaff

Rakyatmaluku.com – SEBAGAI petahana, Said Assagaff lebih diunggulkan secara politik ketimbang se­deret nama bakal calon gubernur Ma­luku 2018. Tagop S Soulissa, Herman Koedoboen, Murad Ismail adalah tiga nama figur yang digadang-gadang bakal menjadi rival politik ‘sepadan’ dalam tarung Pilkada tahun depan.

Namun, menurut fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku, Yusri A.K Mahedar, dari berbagai indikator politik, Assagaff memiliki sejumlah keunggulan komparatif secara politik ketimbang bakal calon lainnya.

“Selaku kader partai, tentunya kami sangat optimis bahwa petahana yang adalah ketua DPD Golkar Maluku yang akan kembali maju di Pilkada gubernur 2018, memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan figur lainnya. Optimisme itu dibangun berdasarkan penilaian publik yang terbaca lewat tren elektabilitas survei,” kata Mahedar kepada Rakyat Maluku, Minggu 4 Juni 2017.

Mahedar mengaku, petahana memiliki afiliasi politik yang terukur untuk kembali memimpin Maluku lima tahun kedepan. Hal itu didasarkan atas elektoral politik Golkar yang sangat baik di Pilkada serentak tahap I dan II.

“Tentunya confidance kader Golkar dalam mentap Pilkada Maluku 2018 tidak didasarkan pada klaim politik berbasis emosional, melainkan atas indikator yang sangat terukur. Yakni, elektoral Golkar di Pilkada serentak I dan II di Maluku sangat baik. Dan itu merupakan modal yang baik bagi Pilkada Maluku 2018,” tuturnya.

Dia juga menyatakan secara tegas, dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun, banyak kebijakan-kebijakan inovatif yang digagas Pemerintah. Misalnya, melakukan rapat koordinasi pemerintahan atau Musrembang tingkat provinsi sampai pada daerah-daerah, semisal di SBT ataupun di Manipa, Kabupaten SBB.

“Soal mengapa survei dan petahana memiliki tren elektabilitas yang baik, dikarenakan dalam roda pemerintahan banyak kebijakan-kebijakan inovatif yang digagas pemerintah. Misalnya, melakukan rapat koordinasi pemerintahan atau Musrembang tingkat provinsi sampai pada daerah-daerah, semisal di SBT ataupun di Manipa, Kabupaten SBB. Dan lewat survei tersebut publik memberikan jawaban politik mereka,” ucapnya.

Secara konkrit, lanjut Mahedar kebijakan politik pembangunan ingin diarahkan ke semua daerah, tidak hanya bertumpuk di Kota Ambon. Artinya bahwa, Pak Assagaff dalam periode pertama pemerintahan, mulai menyiapkan konsep untuk pemerataan pembangunan.

“Kebijakan politik pembangunan harus diarah­kan ke semua daerah kabupaten/kota, dan itu telah dilakukan Pak Assagaff dengan mengarahkan rapat-rapat kedinasan pada daerah demi pemerataan pembangunan ke depannya, sehingga justifikasi publik agar pak Assagaff harus melanjutkan rancangan yang telah ada selama lima tahun,” tandas Mahedar, yang menambahkan sebagai kader, akan tetap mengawal kebijakan politik partai maupun pemerintahan saat ini.

“Pastinya kami loyal terhadap partai, keputusan partai wajib kami laksanakan. Selain itu, kami juga siap mengawal program pembangunan pemerintahan Maluku saat ini untuk kepentingan masyarakat. Karena suara golkar, suara rakyat,” tegasnya. (ASI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top