Kabinet ‘SETIA’ Berubah, Gasperz Dinonaktifkan – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Kabinet ‘SETIA’ Berubah, Gasperz Dinonaktifkan

PELANTIKAN. Gubernur Maluku Said Assagaff melantik 25 Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku yang berlangsung di Aula lt.7 kantor Gubernur Maluku, Sabtu 3 Juni 2017.

Rakyatmaluku.com – SETAHUN menjelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Maluku Said Assagaff dan Wakil Gubernur Maluku Z. Sahuburua, yang dikenal denga akronim SETIA, kembali terjadi pergeseran jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi Ma­luku.

Bertempat di lantai tujuh kantor Gubernur Maluku, Sabtu 3 Juni 2017, Gubernur Maluku Said Assagaff melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat baru.

Pelantikan sejumlah pejabat eselon II, III dan VI ini, menyusul pensiunnya pejabat di jajaran Pemprov Maluku, yakni Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Maluku Ahdar Sopalatu, yang telah pensiun sejak 31 Mei 2017, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jusuf Puttirulan, yang pensiun pada 7 Juni 2017.

Posisi pejabat pensiun tersebut, masing-masing dipercayakan kepada pejabat baru, Abdul Manaf Tuasikal sebagai Kadis Nakertrans Provinsi Maluku dan Kaihatu Paulus sebagai Kepala Satpol PP yang baru.

Satu jabatan Kadis yang juga dilantik, yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku yang dipercayakan kepada Frans Johanis Papilaya, menggantikan pejabat sebelumnya Benny Gasperz yang saat ini dinonaktifkan, pasca ditetapkan sebagai terdakwa terkait dugaan korupsi dana studi pembangunan Bandara Arara di Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah tahun anggaran 2015.

Pengisian jabatan yang kosong lantaran pensiun dan non aktif ini, otomatis menggerakan gerbong mutasi di jajaran Pemprov Maluku.

Bergesernya Frans Papilaya ke Dinas Nakertrans memberi peluang kepada Elvis Pattiselano untuk menggantikan posisinya sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku. Sementara posisi Elvis sebagai Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Maluku diisi Jasmono yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda Provinsi Maluku. Sedangkan jabatan yang ditinggalkan Jasmono, diisi oleh Muhammad Junaries.

Sejumlah pejabat eselon II yang ikut dilantik pada jabatan barunya, antara lain: Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Setda Provinsi Maluku Jamaludin Masuku, dan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ronny Sam Wolter Tairas.

Selanjutnya para pejabat eselon III, yang dilantik untuk jabatan baru mereka, antara lain: Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Abdullah Marasabessy, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku Sylvia Kurnia, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat pada Satpol PP Provinsi Maluku Charlie Karel Daniel Hematang, Kepala Sekretariat Komisi Informasi Provinsi Maluku Daniel Pelasula, Kepala Bidang Pengembangan Pelayanan Transportasi pada Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Bachtiar Saban.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Nakertrans Provinsi Maluku Sientje Tahamata, Kepala Bagian Sosial Kemasyarakatan pada Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Erny Ubyaan, serta Kepala Bidang Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Maluku Suriyanti Anwar. Ikut dilantik, sembilan pejabat eselon IV dalam lingkup Pemprov Maluku.

Pada sambutannya saat pelantikan, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, dirinya pernah menyampaikan pada pelantikan-pelantikan sebelumnya, bahwa ke depan pemerintah akan beberapa kali melakukan proses pelantikan.

“Ini sebuah keniscayaan sebab sejumlah pejabat telah memasuki masa pensiun. Sehingga harus diisi dengan pegawai level di bawahnya, sebagai promosi jabatan atau yang sifatnya sebagai penyegaran bagi mereka-mereka yang telah cukup lama menduduki jabatan tertentu, maka dilakukan proses rotasi,” ujar Assagaff.

Menurut Assagaff, tahun depan, akan ada banyak pejabat baru dilantik. Dalam hitungannya menurut dia, untuk eselon II ada sekitar 11 orang.

“Tadi itu yang pensiun cuma dua pejabat eselon II, dan lihat saja bergesernya begitu banyak. Apalagi kalau tahun depan ada 11 pejabat eselon II,” kata Assagaff.

Assagaff menyebutkan, penggantian jabatan adalah peristiwa alamiah yang tidak mungkin dihindari oleh siapapun juga. Ada waktu kita untuk bekerja, dan ada waktu kita untuk beristirahat.

“Saudara Ahdar Sopalatu dan Jusuf Puttirulan, sudah berada pada titik akhir pengabdian, yang sudah tidak bisa diperpanjang lagi. Saya biasa katakan, mereka seperti ini pensiun dengan predikat cumlaude. Mengakhiri tugas tanpa meninggalkan masalah,” tandas Assagaff, yang meminta para pejabat yang baru dilantik agar bisa mengikuti jejak baik yang ditorehkan kedua pejabat tersebut. (YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top