Hujan Deras Banjiri Namrole dan Waesama – Rakyat Maluku
DAERAH

Hujan Deras Banjiri Namrole dan Waesama

BPBD Bursel Masih Mendata Korban

Rakyatmaluku.com – MUSIM penghujan telah melanda daerah ini, tak terkecuali Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Dimana, sepanjang Mei 2017 Kabupaten yang dimekarkan sejak 2008 itu turut diguyuri hujan dengan intensitas rendah hingga deras.

Namun, hujan maraton yang terjadi sejak Rabu, 31 Mei 2017 dan memuncak pada Jumat, 2 Juni 2017 sore lalu, dimana hujan cukup deras disertai thunderstorm telah mengakibatkan bajir meluap di dua Kecamatan, di Kabupaten Bursel.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bursel Salim Bahta, yang ditemui koran ini, Sabtu, 3 Juni 2017, di ruang kerjanya, mengaku kedua Kecamatan yang terendam banjir ini yakni Kecamatan Waesama dan Kecamatan Namrole.

“Di Kecamatan Namrole, banjir diketahui merendam sejumlah rumah warga seperti di Desa Waenono, Desa Elfule, Desa Labuang dan Desa Lektama. Sedangkan untuk Kecamatan Waesama, baru diketahui di Desa Hote,” ujar Bahta. Sementara berdasarkan data laporan baik dari masyarakat, maupun perangkat desa yang telah masuk kepada kami, diketahui untuk Kecamatan Namrole ternyata bajir juga telah merendam rumah warga di Dusun Emori, Desa Namrinat dan Dusun Fatsinan, Desa Labuang. Sedangkan untuk Kecamatan Waesama diketahui puluhan rumah di Dusun Fatiban, Desa Hote, telah terendam banjir dengan ketinggian satu meter.

“Untuk Dusun Fatiban, 22 jiwa terpaksa harus mengungsi di kerabat terdekat, di Desa Lektama pandasi rumah milik Ramli Hasan ikut patah, akibat derasnya luapan air, di Dusun Emori, Desa Namrinat, dua rumah rusak dan 10 rumah terendam banjir,” tutur Salim.

Adapun data yang disebutkan ini, untuk Dusun Emori, Desa Namrinat, baik Kepala Dusun Urbanus Tasane dan Kepala Desa Viktor Tomnusa, serta Kepala Dusun Kawalale Rafael Tomnusa, datang langsung melapor di kantor. Sedangkan untuk Dusun Fatiban, Desa Hote staf Desa Ridwan Kelian dan Dominggus Latbual beserta masyarakat korban banjir seperti Holik Nurlatu dan Heja Nurlatu langsung mendatangi BPBD untuk melaporkan.

“Saat ini, berdasarkan arahan dari Kepala BPBD Awat Mahulauw, yang saat bencana banjir melanda Kabupaten ini sementara dinas luar. Staf BPBD masih melakukan pendataan baik korban, maupun kerusakan akibat banjir. Kami belum tahu, kapan dapat memberikan bantuan bagi para korban banjir ini. Kami tunggu perintah Kepala BPBD saja,” kata mantan Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bursel ini.

Bahta menyebut, saat banjir meluap di Desa Waenono, Jumat, 2 Juni lalu, pihaknya telah langsung berada di lapangan guna melakukan pendataan korban banjir itu.

Sementara, informasi yang berhasil di himpun koran ini, Dusun Leahoni, Desa Wamsisi, Kecamatan Waesama pun ikut terkena dampak banjir akibat meningkatnya debit air akibat derasnya curah hujan.

“Suami saya di Leahoni menelpon, jangan pulang dulu. Sebab, derasnya arus air sungai, membuat talud jebol sehingga air meluap membanjiri puluhan rumah warga,” ujar Herlin Latbual.

Pantauan Rakyat Maluku, hujan deras yang melanda Bursel, diperburuk dengan minimnya saluran air, membuat puluhan rumah warga di lokasi dalam pusat kota Kabupaten, seperti Di Desa Waenono, Desa Labuang, Desa Kamlanglale, Desa Elfule, Desa Fatmite dan Desa Lektama turut terendam air.

Ketinggian air di tiap rumah berbeda, ada yang hanya sebatas lutut orang dewasa, bahkan ada yang hingga dada orang dewasa. Selain merendam rumah warga, akibat derasnya hujan membuat sejumlah pohon di Desa Fatmite tumbang dan mengakibatkan longsor di Desa Fatmite.

Saat longsor terjadi Jumat, malam, hingga pukul 13.00 WIT jalan yang terhalang pohon tumbang ini belum dapat dilintasi baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Nampak sejumlah warga yang dipi mpin salah satu warga Fatmite Said Lesbassa lantaran kesal menunggu datangnya bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mengangkat longsoran, terpaksa memimpin sejumlah warga untuk membersihkan longsoran dengan alat seadanya.

Bahkan kepada koran ini, Said mengaku kecewa dengan sikap Pemda yang terkesan lamban untuk membersihkan longsoran. “Kita masyarakat bergotong royong, namun kita akan meminta honor terhadap Pemerintah, karena apa yang kita lakukan ini, bukan untuk kepentingan kami saja, melainkan untuk semua pengguna jalan. Bila tidak, maka kami akan memalang tempat ini,” ujar Lesbassa penuh kekesalan.

Ternyata, meski terkesan lamban dalam membersihkan tumpukan longsoran namun, sekitar pukul 14.30 waktu setempat, alat berat telah di turunkan untuk membersihkan longsoran tersebut.

Sementara, Jumat malam, nampak air merendam sejumlah ruas jalan di Kota Namrole, baik di seputar kantor Bupati Baru, seputar alun-alun kota, seputar tugu hingga seputar depan gudang Dinas Perindag, seputar jalan menuju pendopo Bupati baru, seputar jalan restoran Alfris menuju Alun-Alun Kota di penuhi luapan air.

Sedangkan ruas jalan dari rumah baru Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bursel Orpa Anselany
Seleky menuju sungai Waekolo, tanah di tepi sungai turut longsor dan mengamblaskan jalan aspal tersebut. Sedikitnya, seperempat jalan beraspal dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 1.5 meter terpaksa ambruk dan pengendara harus berhati-hati melintasi jalan yang kini semakin terancam bakal ada longsoran susulan, bila hujan bertambah deras.

Di jembatan Waekolo proyek pekerjaan jembatan dari Balai jalan dan jembatan Provinsi Maluku, yang telah mangkrak sejak akhir tahun 2015 dan tak kunjung terselesaikan, akibat derasnya luapan air sungai Waekolo, telah melongsorkan oprit jembatan tersebut. Saat ini, oprit yang telah longsor sepanjang 14 meter dengan lebar tiga meter, membuat arus air saat ini mengaliri bagian bawah penahan jembatan tersebut.

Diprediksi, bila hujan deras seperti Jumat sore menjelang malam lalu terulang kembali, maka dipastikan penahan jembatan tersebut dapat terlepas. (YUL)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top